HarianUpdate.com | Pekanbaru – Satuan Tugas (Satgas) Pantas Riau terus mengintensifkan langkah strategis untuk menekan angka anak putus sekolah di Provinsi Riau. Salah satu upaya yang dilakukan yakni memperkuat kolaborasi dengan lembaga pendidikan nonformal.
Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Satgas Pantas Riau dan Forum Komunikasi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (FK-PKBM), baik di tingkat provinsi maupun Kota Pekanbaru.
MoU itu ditandatangani oleh Ketua Satgas Pantas Riau, Drs H Pahmijan MPd, Ketua DPW FK-PKBM Riau Dafrizal, serta Ketua DPD FK-PKBM Pekanbaru Rudi Hendri. Penandatanganan turut disaksikan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau Erisman Yahya dan Sekretaris Satgas Pantas Riau Dedy Sepriwandi MPd.
Ketua Satgas Pantas Riau, Pahmijan, menjelaskan bahwa kerja sama tersebut berfokus pada penyaluran anak-anak putus sekolah ke jalur pendidikan nonformal melalui program Paket A, Paket B, dan Paket C.
“MoU ini bertujuan mempercepat pengentasan anak putus sekolah di Riau, khususnya dengan membuka akses pendidikan nonformal yang lebih luas. Kegiatan ini juga mendapat dukungan dan disaksikan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Riau,” ujar Pahmijan, Rabu (14/1/2026).
Ia mengungkapkan, pada tahun 2026 Satgas Pantas Riau telah mendata sebanyak 18 anak putus sekolah yang mayoritas memiliki keterbatasan fisik. Dari jumlah tersebut, satu anak telah berhasil difasilitasi untuk melanjutkan pendidikan di Sekolah Luar Biasa (SLB) Sri Mujinab, Pekanbaru, karena memiliki hambatan pendengaran.
“Alhamdulillah, satu anak sudah kami salurkan langsung ke SLB Sri Mujinab. Harapan kami, kesempatan belajar ini dapat memberi manfaat bagi perkembangan anak dan juga keluarganya,” ungkapnya.
Sementara itu, penyaluran anak-anak lainnya masih menunggu proses lanjutan. Saat ini, Satgas Pantas Riau terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Baznas Provinsi Riau, untuk mendukung keberlanjutan pendidikan mereka.
Pahmijan optimistis, melalui sinergi lintas lembaga, upaya penanganan anak putus sekolah dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran.
“Program Pantas yang kami gagas sejak 2022 diharapkan dapat membantu pemerintah menuntaskan persoalan pendidikan di Riau, baik melalui jalur formal maupun nonformal. Karena itu, kami terus menjalin komunikasi dengan berbagai pihak,” katanya.
Selain menjalin kerja sama kelembagaan, Satgas Pantas Riau juga aktif mengumpulkan data valid dari instansi terkait di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota. Tim turut melakukan pendekatan langsung ke keluarga anak terdampak guna memberikan pemahaman tentang pentingnya melanjutkan pendidikan.
“Pendekatan langsung kepada keluarga menjadi kunci agar anak-anak ini kembali memiliki semangat dan peluang untuk bersekolah,” tambahnya.
Dalam mendukung program tersebut, Satgas Pantas Riau juga bekerja sama dengan Baznas Provinsi Riau serta Baznas kabupaten/kota, khususnya dalam hal pembiayaan dan bantuan pendidikan bagi anak putus sekolah. (Ir)











