Pendidikan

Perkuat Kompetensi Pelajar, Program Mitra Bahasa Jepang Resmi Masuk Riau 2026

7
×

Perkuat Kompetensi Pelajar, Program Mitra Bahasa Jepang Resmi Masuk Riau 2026

Sebarkan artikel ini
Perkuat Kompetensi Pelajar, Program Mitra Bahasa Jepang Resmi Masuk Riau 2026
Teks foto: Asisten Guru Program Pengiriman Mitra Bahasa Jepang Segera Mengajar berfoto Bersama jajaran Dinas Pendidikan Riau usai Sosialisasi Program Nihongo Partners oleh Japan Foundation di Pekanbaru, Selasa (20/1/2026) Ir/Harianupdate

HarianUpdate.com | Pekanbaru – Angin segar berembus bagi dunia pendidikan di Provinsi Riau, khususnya siswa yang menekuni Bahasa Jepang. Mulai tahun ini, proses belajar mereka akan diperkuat dengan kehadiran asisten guru langsung dari Jepang melalui Program Nihongo Partners.

Kepastian tersebut disampaikan Japan Foundation dalam kegiatan sosialisasi yang digelar di Hotel Fox Pekanbaru, Selasa (20/1/2026). Program ini merupakan bagian dari Pengiriman Mitra Bahasa Jepang yang telah berjalan di sejumlah wilayah Indonesia dan kini mulai merambah Riau.

Acara itu dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Riau Erisman Yahya, perwakilan Kanwil Kementerian Agama Riau Herra Firmansyah Z, para kepala sekolah, serta puluhan guru Bahasa Jepang dari berbagai daerah.

Direktur Jenderal Japan Foundation, Inami Kazumi, menjelaskan bahwa Program Nihongo Partners telah digulirkan sejak 2014 bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, kemudian diperluas bersama Kementerian Agama sejak 2023.

“Para mitra ini adalah penutur asli yang kami tugaskan untuk mendampingi guru lokal di sekolah menengah. Tujuannya bukan hanya mengajarkan bahasa, tetapi juga mengenalkan budaya dan cara berkomunikasi yang autentik,” ujar Kazumi dalam Bahasa Indonesia yang fasih.

Menurutnya, sebelum masuk ke Riau, program serupa telah berjalan di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Lampung. Kehadiran di Bumi Lancang Kuning diharapkan mampu meningkatkan motivasi belajar sekaligus mempererat hubungan masyarakat Riau dengan Jepang.

Konsul Jenderal Jepang di Medan Furugori Toru yang menjadi pembicara kunci menekankan pentingnya pembelajaran bahasa secara langsung. Ia menilai teknologi penerjemah dan kecerdasan buatan belum mampu menggantikan sentuhan emosional dalam komunikasi antarmanusia.

“Aplikasi bisa membantu memahami arti kata, tetapi tidak dapat menerjemahkan perasaan, ekspresi, dan pengalaman budaya. Itulah mengapa pembelajaran tatap muka tetap sangat penting,” katanya.

Toru menambahkan, penguasaan Bahasa Jepang membuka banyak peluang, mulai dari pendidikan hingga karier profesional. Berdasarkan data, saat ini terdapat sekitar 9.000 pelajar di Riau yang mempelajari Bahasa Jepang, sebagian di antaranya melanjutkan studi dan berprofesi sebagai pengajar.

“Setiap tahun pemerintah Jepang menyediakan berbagai beasiswa dan kesempatan kerja. Kami mendorong pelajar Riau untuk memanfaatkan peluang tersebut melalui informasi resmi Jepang–Indonesia,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Riau Erisman Yahya menyambut positif kehadiran program tersebut. Ia mengakui kemampuan bahasa asing pelajar Indonesia masih perlu ditingkatkan agar mampu bersaing di tingkat global.

“Banyak lulusan SMK kita bekerja ke luar negeri, termasuk ke Jepang. Program ini sangat strategis untuk memperkuat bekal bahasa mereka sebelum terjun ke dunia kerja,” ujar Erisman.

Dalam sesi dialog, Japan Foundation juga menghadirkan enam Nihongo Partners yang tengah bertugas di Sumatera Utara, Jawa Barat, dan Jawa Tengah untuk berbagi pengalaman. Sejak diluncurkan, lebih dari 3.000 penutur asli telah dikirim ke berbagai negara Asia, dan Indonesia menjadi penerima terbesar dengan total lebih dari 1.000 orang.

Untuk wilayah Riau, sekolah penerima masih dalam tahap seleksi. Para Nihongo Partners dijadwalkan mulai bertugas pada Agustus 2026 hingga Februari 2027, mendampingi guru lokal dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Jepang di kelas. (Ir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *