HarianUpdate.com | Pekanbaru – Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Riau, Erisman Yahya, menegaskan pentingnya peran bersama antara pendidik, tenaga kependidikan, serta orang tua dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, inklusif, dan kondusif bagi peserta didik.
Hal itu disampaikan Erisman usai membuka seminar pendidikan yang digelar di Perpustakaan Soeman HS Provinsi Riau, Jalan Sudirman, Pekanbaru, Kamis (5/2/2026). Seminar tersebut mengangkat tema “Menumbuhkan Rasa Aman, Nyaman, Menyenangkan, dan Berbudaya Prestasi bagi Peserta Didik di Sekolah”.
Menurut Erisman, apabila ruang belajar yang aman dan nyaman dapat diwujudkan, maka potensi terjadinya kekerasan fisik, tekanan psikologis, perundungan, hingga perlakuan diskriminatif di lingkungan sekolah dapat diminimalkan.
“Sekolah harus menjadi tempat yang membuat anak merasa terlindungi dan dihargai. Jika itu tercipta, maka kekerasan dan perundungan tidak akan mendapat ruang,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah menerbitkan Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai landasan dalam membangun iklim pendidikan yang sehat.
Regulasi tersebut, kata Erisman, menekankan pentingnya keterlibatan aktif seluruh unsur sekolah dalam mendukung tumbuh kembang siswa, baik dari aspek akademik maupun karakter.
“Melalui kebijakan ini diharapkan tidak ada lagi diskriminasi dan perundungan, sehingga anak-anak dapat mengekspresikan potensi dirinya secara optimal,” katanya.
Erisman menambahkan, terwujudnya budaya sekolah yang aman tidak dapat dibebankan hanya kepada kepala sekolah dan guru. Diperlukan kolaborasi semua pihak, termasuk komite sekolah, orang tua, dan masyarakat.
“Kita semua harus memberikan keteladanan, serta mengawasi dan membimbing anak-anak, termasuk dalam aktivitas literasi dan interaksi sosial mereka di sekolah,” jelasnya.
Ia menilai tema seminar sangat relevan dengan arah kebijakan pembangunan pendidikan di Provinsi Riau. Oleh karena itu, Erisman berharap kegiatan tersebut menghasilkan rekomendasi yang aplikatif dan dapat diimplementasikan di satuan pendidikan.
“Saya berharap hasil seminar ini mampu memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan mutu pendidikan di Riau hingga beberapa tahun ke depan,” pungkasnya.
Seminar pendidikan tersebut diikuti sekitar 250 kepala sekolah dari 12 kabupaten/kota se-Provinsi Riau. (Ir)











