Peristiwa

Bangkai Anak Gajah Membusuk di TNTN, Polisi Tunggu Hasil Nekropsi

10
×

Bangkai Anak Gajah Membusuk di TNTN, Polisi Tunggu Hasil Nekropsi

Sebarkan artikel ini
Bangkai Anak Gajah Membusuk di TNTN, Polisi Tunggu Hasil Nekropsi
Teks foto: Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan meninjau lokasi temuan bangkai anak gajah di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo, Kamis (25/2/2026). Ir/HUC

HarianUpdate.com | Pelalawan – Populasi gajah liar di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo kembali berkurang. Seekor anak gajah ditemukan dalam kondisi mati di Resort Lancang Kuning, Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I, Kamis (25/2/2026).

Untuk memastikan penyebab kematian satwa dilindungi tersebut, Kapolda Riau Herry Heryawan turun langsung ke lokasi bersama Direktur Reserse Kriminal Umum, Direktur Reserse Kriminal Khusus, Kepala Bidang Laboratorium Forensik, serta Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau.

“Kami turun langsung ke lokasi untuk memastikan proses penanganan berjalan serius, terukur, dan berbasis pemeriksaan ilmiah,” ujar Herry kepada Harianupdate.com.

Ia menjelaskan, bangkai anak gajah ditemukan sekitar pukul 12.00 WIB dalam kondisi telah membusuk dan diperkirakan mati lebih dari satu pekan.

Berdasarkan koordinasi awal antara tim Laboratorium Forensik Polda Riau dan dokter hewan BBKSDA Riau, ditemukan adanya infeksi pada bagian kaki yang diduga akibat jeratan. Meski demikian, kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan lengkap melalui proses nekropsi.

“Kami ingin memastikan seluruh proses berjalan berdasarkan fakta di lapangan. Karena itu kami hadir untuk melihat langsung kondisi sebenarnya serta mendukung pemeriksaan yang sedang berlangsung,” katanya.

Menurutnya, pelibatan fungsi reserse dan laboratorium forensik bertujuan mengantisipasi kemungkinan adanya unsur tindak pidana, tanpa mengesampingkan kajian medis dari pihak konservasi.

“Apabila ditemukan indikasi pidana, tentu akan ditindaklanjuti sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.

Saat ini Polda Riau berkoordinasi dengan Balai TNTN dan BBKSDA Riau untuk pengumpulan data dan analisis lanjutan. Perkembangan penyebab kematian akan diumumkan setelah hasil nekropsi dan pendalaman lapangan rampung.

Sebelumnya, pada awal Februari 2026, seekor gajah dewasa juga ditemukan mati akibat dugaan ditembak di Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan. (Ir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *