Peristiwa

Banjir Bandang Berulang di Maninjau, BPBD Agam Imbau Warga Waspada

×

Banjir Bandang Berulang di Maninjau, BPBD Agam Imbau Warga Waspada

Sebarkan artikel ini
Teks foto: Banjir bandang saat menerjang badan jalan provinsi Lubuk Basung-Bukittinggi Kecamatan Tanjung Raya, Agam, Kamis (1/1/2026). Harianupdate/HO-BPBD Agam

HarianUpdate.com | Agam – Banjir bandang kembali melanda kawasan Pasar Maninjau, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, pada Kamis (1/1/2026) dini hari. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 01.45 WIB dan disertai suara gemuruh dari hulu Sungai Muaro Pisang.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam, Abdul Ghafur, mengatakan suara gemuruh terdengar beberapa kali sebelum material banjir turun ke permukiman warga.

“Bunyi gemuruh dari arah hulu sungai terdengar cukup kuat, sehingga warga langsung keluar rumah dan menyelamatkan diri,” ujar Abdul Ghafur di Lubuk Basung, Kamis.

Material lumpur dan bebatuan dilaporkan mengalir ke permukiman warga yang berada di sepanjang bantaran sungai. Warga setempat segera mengungsi ke lokasi yang lebih aman, seperti sekolah, rumah kerabat, dan titik pengungsian darurat lainnya.

Menurut BPBD Agam, tidak terdapat laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut. Kesiapsiagaan warga yang segera mengungsi setelah mendengar tanda-tanda banjir bandang dinilai mampu mencegah jatuhnya korban.

“Tidak ada korban, karena masyarakat langsung menghindar saat tanda bahaya muncul,” jelasnya.

Selain merendam rumah warga, material banjir bandang juga menutup badan jalan provinsi yang menghubungkan Lubuk Basung dengan Kota Bukittinggi. Akibatnya, arus lalu lintas di jalur tersebut terputus dan tidak dapat dilalui kendaraan, baik roda dua maupun roda empat.

BPBD Agam bersama instansi terkait telah mengerahkan alat berat untuk membersihkan material lumpur dan bebatuan yang menutupi jalan serta kawasan terdampak banjir.

Abdul Ghafur menjelaskan, banjir bandang dipicu oleh tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah tersebut sejak Rabu malam. Kondisi itu menyebabkan material longsoran di bagian hulu sungai terbawa arus dan meluap ke wilayah hilir.

“Curah hujan yang tinggi membuat material longsoran di hulu sungai kembali turun dan mengakibatkan luapan banjir bandang,” ujarnya.

Ia menambahkan, kejadian serupa telah berulang kali terjadi di kawasan Pasar Maninjau. Oleh karena itu, BPBD Agam mengimbau masyarakat yang bermukim di sepanjang aliran sungai serta pengguna jalan untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi.

“Masyarakat diminta segera mengungsi jika muncul tanda-tanda banjir bandang dan pengendara diimbau tidak melintas di lokasi rawan saat hujan deras,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *