HarianUpdate.com | Pekanbaru – Luas kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Riau sejak awal tahun hingga awal Februari 2026 tercatat mencapai 122,72 hektare. Kebakaran tersebut terjadi di 10 dari 12 kabupaten dan kota yang ada di Riau.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Provinsi Riau, M Edy Afrizal, menyampaikan bahwa saat ini sebagian besar titik kebakaran telah berhasil dipadamkan. Namun, masih terdapat tiga daerah yang dalam tahap pendinginan.
“Perkembangan terakhir, Karhutla di Riau tinggal proses pendinginan di Kabupaten Indragiri Hilir, Bengkalis, dan Pelalawan. Daerah lainnya sudah dilaporkan padam,” ujar Edy Afrizal kepada HarianUpdate.com, Selasa (3/2/2026).
Ia menjelaskan, sepanjang awal 2026 terdapat 10 kabupaten dan kota yang mengalami Karhutla. Total luas lahan terbakar dari seluruh wilayah tersebut mencapai 122,72 hektare.
Adapun daerah yang terdampak Karhutla meliputi Kabupaten Bengkalis, Kepulauan Meranti, Siak, Kampar, Pelalawan, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Kuantan Singingi, serta Kota Dumai dan Pekanbaru.
“Hingga saat ini, tercatat 10 daerah di Riau mengalami Karhutla dengan total luasan 122,72 hektare,” jelasnya.
Secara rinci, luasan Karhutla di masing-masing daerah yakni Bengkalis 37,51 hektare, Indragiri Hilir 22 hektare, Pelalawan 21 hektare, Kota Dumai 10,50 hektare, Pekanbaru 8,51 hektare, Kepulauan Meranti 7,70 hektare, Kampar 7,25 hektare, Siak 5,55 hektare, Kuantan Singingi 1,50 hektare, dan Indragiri Hulu 1,20 hektare.
Selain itu, BPBD Riau juga mencatat adanya 378 titik panas (hotspot) dengan 53 titik api (fire spot) yang terdeteksi selama periode tersebut.
Dalam upaya penanganan Karhutla, Edy menyebutkan bahwa berbagai unsur telah dilibatkan, mulai dari BPBD kabupaten dan kota, TNI-Polri, Manggala Agni, masyarakat peduli api, hingga pihak perusahaan.
“Karena Provinsi Riau belum menetapkan status siaga darurat Karhutla, penanganan masih dilakukan oleh masing-masing daerah. Meski demikian, koordinasi lintas instansi tetap dilakukan agar proses pemadaman berjalan optimal,” tutupnya. (Ir)











