Peristiwa

Pasokan BBM 50 Ton per Hari, Antrean Panjang di Bengkalis Masih Terjadi

7
×

Pasokan BBM 50 Ton per Hari, Antrean Panjang di Bengkalis Masih Terjadi

Sebarkan artikel ini
Pasokan BBM 50 Ton per Hari, Antrean Panjang di Bengkalis Masih Terjadi
Teks foto: Antrean kendaraan mengular di salah satu SPBU di Desa Wonosari, Bengkalis, Senin (6/4/2026). ZA/HU

HarianUpdate.com | Bengkalis – Antrean panjang kendaraan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) masih terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Pulau Bengkalis. Kondisi ini memicu pertanyaan di kalangan masyarakat terkait ketersediaan pasokan BBM yang disebut mencapai puluhan ton per hari.

Pantauan di lapangan sejak Minggu (5/4/2026) hingga Senin dini hari menunjukkan antrean kendaraan mengular di ruas jalan, khususnya di wilayah Desa Teluk Latak dan Desa Wonosari yang mengarah ke SPBU.

Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengaku harus mengantre berjam-jam untuk mendapatkan BBM.

“Setiap hari antre panjang. Kadang bisa berjam-jam menunggu, padahal BBM ini kebutuhan utama untuk aktivitas kami,” ujarnya.

Kelangkaan BBM ini dinilai berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat. Selain menghambat mobilitas, kondisi tersebut juga berpotensi mengganggu roda perekonomian di daerah.

Sementara itu, berdasarkan data yang dihimpun dari Dinas Perhubungan Kabupaten Bengkalis, rata-rata pasokan BBM yang masuk ke Pulau Bengkalis mencapai sekitar 50 ton per hari, di luar kebutuhan industri.

Adapun rincian armada truk tangki pengangkut BBM yang masuk ke Pulau Bengkalis dalam beberapa hari terakhir sebagai berikut:

Rabu (1/4/2026): 13 tangki
Kamis (2/4/2026): 14 tangki
Jumat (3/4/2026): 12 tangki
Sabtu (4/4/2026): 11 tangki
Minggu (5/4/2026): 7 tangki
Senin (6/4/2026): 12 tangki

Meski pasokan dinilai cukup, antrean panjang masih terjadi di sejumlah SPBU. Kondisi ini menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat.

“Kalau memang pasokan sudah mencapai 50 ton per hari, kenapa antrean masih panjang? Ini yang jadi pertanyaan kami,” ujar seorang warga lainnya.

Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Bengkalis dapat segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan tersebut, termasuk memastikan distribusi BBM berjalan lancar dan tepat sasaran.

“Kami berharap ada solusi cepat dari pemerintah supaya antrean ini tidak terus terjadi. Waktu kami banyak terbuang hanya untuk mengantre BBM,” kata warga.

Selain itu, masyarakat juga meminta aparat penegak hukum (APH) turut melakukan pengawasan terhadap distribusi BBM guna mencegah potensi penyimpangan di lapangan.

Hingga berita ini diterbitkan, antrean kendaraan di sejumlah SPBU di Bengkalis masih terpantau terjadi. (ZA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *