HarianUpdate.com | Kuansing – Seorang karyawan PT Sinar Utama Nabati (SUN) dilaporkan meninggal dunia dalam sebuah insiden kerja yang terjadi di area pabrik perusahaan tersebut. Korban diketahui bernama Rido (34) dan dinyatakan meninggal di lokasi kejadian.
Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (7/1/2026). Berdasarkan informasi awal yang beredar, insiden diduga berkaitan dengan tabung perebusan Janjang Kosong (Jangkos) yang mengalami ledakan saat korban sedang bekerja. Namun hingga kini, penyebab pasti kejadian tersebut masih menunggu keterangan resmi dari pihak berwenang dan manajemen perusahaan.
Informasi mengenai insiden ini baru mencuat ke publik setelah sebuah akun media sosial Facebook bernama Eka Srihartini mengunggah video yang memperlihatkan pemasangan garis polisi (police line) di sekitar area pabrik. Unggahan tersebut kemudian menyebar luas dan memicu perhatian masyarakat.
Dalam kolom komentar unggahan tersebut, pemilik akun menyebutkan bahwa kejadian terjadi di PT SUN Talukkuantan, perusahaan pengolahan kelapa sawit yang disebut-sebut telah diambil alih oleh PT YBS. Namun informasi terkait status kepemilikan perusahaan tersebut belum dapat dipastikan secara resmi.
Pantauan dari video yang beredar menunjukkan area tertentu di dalam pabrik telah dipasangi garis pengaman, menandakan lokasi tersebut sedang dalam proses penanganan aparat penegak hukum. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait kronologi lengkap kejadian.
Camat Singingi, Saparman, membenarkan adanya laporan meninggalnya seorang karyawan PT SUN di wilayah Kecamatan Singingi. Ia mengaku memperoleh informasi tersebut dari salah satu kepala desa setempat.
“Saya mendapat informasi dari Kepala Desa F5 bahwa ada karyawan PT SUN yang meninggal dunia. Namun terkait penyebab pastinya, sampai sekarang saya belum menerima keterangan resmi dari pihak perusahaan,” ujar Saparman saat dikonfirmasi, pada Minggu (11/1/2026).
Saparman menambahkan, pihak kecamatan masih menunggu penjelasan lebih lanjut dari manajemen perusahaan maupun aparat terkait mengenai insiden tersebut, termasuk langkah-langkah penanganan yang telah dilakukan.
Peristiwa ini menambah daftar kecelakaan kerja yang terjadi di sektor industri pengolahan kelapa sawit. Sejumlah pihak berharap aparat penegak hukum dapat melakukan penyelidikan secara menyeluruh untuk memastikan penyebab kejadian serta memastikan penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di lingkungan pabrik.
Hingga saat ini, pihak PT SUN maupun pengelola pabrik belum memberikan pernyataan resmi kepada publik terkait insiden tersebut. Aparat kepolisian juga belum menyampaikan keterangan lanjutan mengenai hasil awal pemeriksaan di lokasi kejadian. (RB)











