Peristiwa

Tolak Balikan, Wanita Asal Nias Jadi Korban Penikaman di Medan

143
×

Tolak Balikan, Wanita Asal Nias Jadi Korban Penikaman di Medan

Sebarkan artikel ini
Teks foto: Korban berinisial FYD saat dibersihkan oleh petugas medis akibat luka tusuk yang dialami korban dugaan penyerangan menggunakan senjata tajam. (WL/HUC)

HarianUpdate.com | Medan – Seorang perempuan berinisial FYD (23), warga Kota Medan, Sumatera Utara, mengalami luka serius setelah diduga diserang menggunakan senjata tajam oleh mantan kekasihnya. Akibat kejadian tersebut, korban kini menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam Malik Medan.

Peristiwa penusukan terjadi di depan rumah korban di Jalan Sei Alas, Kelurahan Babura, Kecamatan Medan Sunggal, Selasa (3/2/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Dugaan sementara, aksi kekerasan tersebut dipicu karena korban menolak ajakan pelaku untuk kembali menjalin hubungan.

Kakak korban, Ernita Duha (25), menuturkan bahwa adiknya sempat keluar rumah untuk membeli sarapan. Saat hendak kembali, korban bertemu dengan terduga pelaku yang kemudian mengajaknya berbicara.

“Pelaku mengajak adik saya untuk balikan, tetapi adik saya menolak. Setelah itu, pelaku langsung mencekik dan mengeluarkan pisau lalu menikam beberapa bagian tubuh adik saya,” ujar Ernita saat dikonfirmasi Harianupdate.com, Jumat (6/2/2026) malam.

Ia menyebutkan, korban mengalami luka di bagian perut, bahu, serta wajah. Meski dalam kondisi terluka parah, korban masih sempat berusaha menyelamatkan diri dengan berlari menjauh dari lokasi.

Teriakan korban terdengar oleh keluarga yang berada di dalam rumah. Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Bunda Tamrin sebelum akhirnya dirujuk ke RSUP H Adam Malik karena kondisinya kritis.

Menurut keterangan keluarga, terduga pelaku diketahui bernama Saverianus Nong Yoris, warga Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur. Korban dan pelaku disebut telah berpacaran selama sekitar lima tahun, namun hubungan tersebut berakhir enam bulan lalu.

“Sejak putus, adik saya tidak mau lagi berhubungan dengannya. Bahkan sebelumnya pelaku sempat menghubungi dan mengancam keluarga kami,” ungkap Ernita.

Atas kejadian ini, pihak keluarga telah melaporkan kasus tersebut ke Polsek Sunggal. Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan saksi.

“Kami berharap pelaku segera ditangkap dan diproses sesuai hukum,” tambah Ernita.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dan memburu terduga pelaku. (WL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *