Peristiwa

Video Viral Diduga Disunting, IPTU Iskandar Muda Sipayung Beri Penjelasan

9
×

Video Viral Diduga Disunting, IPTU Iskandar Muda Sipayung Beri Penjelasan

Sebarkan artikel ini
Teks foto: IPTU Dr. Iskandar Muda Sipayung memberikan klarifikasi terkait video yang beredar di media sosial. (OS/HUC)

HarianUpdate.com | Labuhanbatu – IPTU Dr. Iskandar Muda Sipayung, S.H., M.H. memberikan klarifikasi terkait beredarnya sebuah video di media sosial yang menampilkan dirinya dan memicu berbagai komentar dari warganet. Ia menegaskan bahwa video yang beredar tersebut telah mengalami penyuntingan yang tidak sesuai dengan rekaman aslinya.

Menurut Iskandar, rekaman video tersebut sebenarnya diambil pada 10 Agustus 2025 saat dirinya berada di lokasi wisata Sungai Gomara Swiss, Desa Simanis, Kecamatan Aek Natas, Kabupaten Labuhanbatu Utara. Saat itu, ia mengaku tengah menghabiskan waktu libur bersama keluarga.

“Video tersebut awalnya saya buat untuk mempromosikan potensi wisata di Desa Simanis agar lebih dikenal masyarakat luas dan dapat menarik minat wisatawan,” ujar Iskandar dalam keterangannya, Senin (16/3/2026).

Ia menjelaskan, saat berada di lokasi wisata tersebut dirinya sempat berbincang dengan Kepala Desa Simanis, Amrul Hajari Munthe, S.Sos.I. yang ketika itu sedang memakan buah liar yang oleh masyarakat setempat dikenal dengan sebutan “buah ular”.

Karena khawatir buah tersebut berbahaya, Iskandar mengaku mendokumentasikan penjelasan kepala desa terkait buah tersebut. Dalam penjelasannya, kepala desa menyebutkan bahwa buah tersebut aman dikonsumsi dan memiliki rasa yang menyerupai buah pinang atau kelat.

Namun beberapa waktu kemudian, video tersebut beredar di media sosial dalam versi yang berbeda dari rekaman asli.

Iskandar menyebut video yang beredar telah diedit oleh pihak tertentu dan diunggah oleh sebuah akun media sosial pada 14 Maret 2026.

“Dalam video yang beredar, terdapat tanda panah yang diarahkan kepada beberapa orang di latar belakang dengan narasi bahwa mereka adalah pelaku illegal logging. Padahal orang-orang tersebut adalah pengunjung biasa yang tidak saya kenal,” jelasnya.

Ia juga menyebut potongan video tersebut diduga digabungkan dengan cuplikan lain yang menampilkan truk bermuatan kayu sehingga menimbulkan kesan adanya aktivitas ilegal di lokasi tersebut.

Melalui klarifikasi tersebut, IPTU Iskandar berharap masyarakat dapat lebih bijak dalam menerima informasi yang beredar di media sosial.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada informasi yang belum tentu benar, apalagi jika konten tersebut sudah melalui proses penyuntingan yang dapat mengubah makna sebenarnya,” katanya. (OS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *