Politik

Kabel Optik Dinilai Rusak Wajah Kota, DPRD Dorong Penataan Menyeluruh

12
×

Kabel Optik Dinilai Rusak Wajah Kota, DPRD Dorong Penataan Menyeluruh

Sebarkan artikel ini
Kabel Optik Dinilai Rusak Wajah Kota, DPRD Dorong Penataan Menyeluruh
Teks foto: Ketua komisi I DPRD Kota Pekanbaru dar fraksi PDI Perjuangan, Robin Eduar. (ED/HUC)

HarianUpdate.com | Pekanbaru – Ketua Komisi I DPRD Kota Pekanbaru, Robin Eduar, meminta Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru segera melakukan penertiban terhadap kabel-kabel optik yang dinilai semakin tidak tertata dan mengganggu keindahan kota.

Robin mengingatkan bahwa Pemko sebelumnya telah membentuk satuan tugas (satgas) khusus untuk menangani persoalan tersebut. Namun, menurutnya, keberadaan satgas harus dibarengi dengan langkah nyata di lapangan.

“Satgasnya sudah ada, sekarang yang kita tunggu adalah hasil kerjanya. Jangan hanya sebatas pembentukan, tapi harus ada tindakan konkret,” kata Robin, Kamis (12/2/2026).

Ia menilai, kabel optik yang terpasang tanpa izin maupun yang pemasangannya tidak sesuai aturan seharusnya menjadi prioritas untuk ditertibkan. Selain merusak estetika, kondisi itu juga dinilai tidak memberi kontribusi yang jelas terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Kalau memang melanggar, langsung saja ditertibkan. Jangan sampai kota kita terlihat semrawut, sementara PAD-nya juga tidak optimal,” ujarnya.

Sebagai solusi jangka panjang, Robin mendorong wacana penanaman kabel optik di bawah tanah. Ia menyebut sistem konsorsium antarpelaku usaha dapat menjadi alternatif untuk merealisasikannya.

“Bisa dibangun satu jalur bawah tanah secara bersama-sama. Nanti siapa yang membangun, pihak lain yang ingin menggunakan bisa menyewa. Jadi lebih tertata,” jelasnya.

Menurutnya, jika konsep tersebut diterapkan, seluruh kabel utilitas, termasuk kabel optik dan jaringan lainnya, dapat ditempatkan dalam satu koridor khusus sehingga tidak lagi menggantung di udara.

“Kita ingin ke depan tidak ada lagi kabel yang bergelantungan di atas jalan atau tiang. Selain mengganggu pemandangan, pemasangan sembarangan juga berisiko bagi keselamatan masyarakat,” tambahnya.

Politisi PDI Perjuangan ini juga mengusulkan agar penanaman kabel bawah tanah diterapkan sejak awal di kawasan-kawasan pengembangan baru di Pekanbaru, termasuk untuk jaringan listrik milik PLN.

“Untuk wilayah baru, sebaiknya langsung direncanakan di bawah tanah supaya sejak awal sudah rapi,” katanya.

Robin turut menyinggung keterkaitan persoalan kabel udara dengan minimnya ruang terbuka hijau di Pekanbaru. Menurutnya, keberadaan kabel di atas kerap menjadi alasan pemangkasan pohon karena dikhawatirkan menyentuh jaringan listrik atau kabel lainnya.

“Kalau kabel sudah di bawah tanah, pohon tidak perlu lagi ditebang sembarangan. Penghijauan bisa lebih maksimal,” ucapnya.

Dengan penataan utilitas yang lebih modern dan terintegrasi, Robin berharap Pekanbaru dapat bertransformasi menjadi kota yang lebih indah, aman, nyaman, serta lebih sejuk melalui peningkatan ruang hijau.

“Kita bisa mencontoh kota-kota lain seperti Batam dan Surabaya. Harapannya, ke depan suhu udara di Pekanbaru juga bisa lebih bersahabat,” pungkasnya. (ED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *