HarianUpdate.com | Pekanbaru – Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru menyatakan pada prinsipnya mendukung rencana Pemerintah Kota Pekanbaru untuk melibatkan pihak ketiga dalam pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Muara Fajar. Namun demikian, dukungan tersebut disertai sejumlah catatan penting, khususnya terkait pembenahan sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh.
Anggota Komisi IV DPRD Pekanbaru, Hamdani, mengatakan pelibatan pihak ketiga dapat menjadi opsi selama mampu memberikan efisiensi anggaran sekaligus menghadirkan perbaikan nyata dalam tata kelola persampahan di ibu kota Provinsi Riau tersebut.
“Kalau pengelolaannya bisa lebih efisien, misalnya dari puluhan miliar anggaran ada yang dapat dihemat, tentu kami dukung. Tetapi yang paling penting, sampah harus benar-benar dikelola, bukan hanya dipindahkan dan ditumpuk di TPA,” ujar Hamdani, Rabu (7/1/2026).
Menurut politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, persoalan sampah di Pekanbaru telah lama menjadi perhatian Komisi IV DPRD. Ia menilai, mulai tahun 2026 seharusnya paradigma pengelolaan sampah sudah berubah, tidak lagi sebatas mengangkut sampah dari tempat penampungan sementara (TPS) menuju TPA.
“Sejak lama kami mendorong agar sistem persampahan tidak hanya fokus angkut-buang. Idealnya, pengelolaan dilakukan sejak dari sumbernya, yakni dari rumah tangga atau masyarakat,” jelasnya.
Hamdani juga menekankan pentingnya edukasi dan peningkatan kesadaran masyarakat dalam memilah sampah sejak dari rumah. Menurutnya, sebagian sampah masih memiliki nilai ekonomis dan dapat didaur ulang, sementara sampah residu harus ditangani dengan metode khusus.
“Ada sampah yang bisa dimanfaatkan kembali dan ada yang tidak. Untuk yang tidak bisa didaur ulang, tentu perlu penanganan khusus. Jangan sampai hanya dibuang, menumpuk, lalu memunculkan persoalan lingkungan baru,” tegasnya.
Ia menambahkan, DPRD Kota Pekanbaru pada dasarnya akan mendukung kebijakan Pemko Pekanbaru, termasuk melibatkan pihak ketiga, sepanjang langkah tersebut mampu menekan pemborosan anggaran sekaligus menjadi solusi jangka panjang terhadap persoalan sampah.
“Kalau memang ada efisiensi dan pengelolaannya lebih baik, insyaallah kami support. Tapi catatan kami jelas, sampah harus dikelola secara profesional, bukan sekadar dibuang ke TPA,” pungkas Hamdani. (ED)











