HarianUpdate.com | Siak – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Berdampak Khusus Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Riau (Unri) Tahun 2026 menggelar kegiatan edukasi kesehatan bertajuk Langkah Sehat Anak Hebat. Pencegahan Stunting dari Hulu. Kegiatan ini dilaksanakan di MTsN 03 Siak, Kampung Jayapura, Kecamatan Bungaraya, Kabupaten Siak, Rabu (21/1/2026).
Program tersebut digelar melalui kolaborasi dengan pihak sekolah dan dikemas dalam bentuk edukasi Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang menyasar kalangan remaja usia sekitar 13 tahun. Sebanyak 20 siswa mengikuti kegiatan ini dengan pendampingan langsung dari para guru.
Edukasi PHBS bertujuan membangun kesadaran sejak dini tentang pentingnya menjaga kesehatan sebagai modal utama untuk kualitas hidup di masa mendatang. Mahasiswa Kukerta menilai, upaya pencegahan stunting tidak hanya terfokus pada pemenuhan gizi balita, tetapi juga dipengaruhi oleh kebiasaan dan perilaku hidup sehat yang dibentuk sejak masa remaja.
Ketua Kelompok Kukerta Berdampak Khusus FMIPA Unri, M Daffa Mixsie, yang juga berperan sebagai Fasilitator Pencegahan Stunting dari Hulu Provinsi Riau, menekankan bahwa penerapan pola hidup bersih dan sehat merupakan tanggung jawab setiap individu.
“Remaja perlu dibekali kesadaran untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat sejak sekarang. Ini bukan hanya bagian dari upaya pencegahan stunting dari hulu, tetapi juga wujud kepedulian terhadap kesehatan diri sendiri,” ujar Daffa.
Ia menambahkan, kebiasaan menjaga kebersihan diri dan lingkungan, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, serta mengelola gaya hidup sehat akan memberikan dampak besar terhadap kesiapan remaja dalam merencanakan masa depan yang berkualitas.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ketiga tentang kehidupan sehat dan kesejahteraan.
Melalui program edukasi ini, mahasiswa Kukerta berharap para peserta tidak hanya memahami konsep PHBS secara teoritis, tetapi mampu menerapkannya dalam aktivitas sehari-hari sebagai investasi kesehatan jangka panjang.
“Kami berharap langkah sederhana ini dapat menjadi aksi nyata dalam membangun generasi muda yang sehat dan berdaya saing,” tutupnya. ***











