Daerah

Pemko Pekanbaru Perketat Pengawasan Program Makan Bergizi Gratis

6
×

Pemko Pekanbaru Perketat Pengawasan Program Makan Bergizi Gratis

Sebarkan artikel ini
Teks foto: Penjabat Sekretaris Daerah Pekanbaru, Ingot Ahmad Hutasuhut menyampaikan keterangan terkait peningkatan pengawasan Program Makan Bergizi Gratis. (ED/HUC)

HarianUpdate.com | Pekanbaru – Pemerintah Kota Pekanbaru mulai memperketat pengawasan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh proses penyediaan makanan bagi pelajar memenuhi standar kesehatan dan keamanan pangan.

Penjabat Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru, Ingot Ahmad Hutasuhut menegaskan bahwa pemerintah kini memprioritaskan kualitas operasional dapur yang dikelola oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Sekarang yang menjadi perhatian utama adalah mutu dapur. Standar operasional dapur SPPG harus benar-benar dijalankan tanpa pengecualian,” ujar Ingot saat dikonfirmasi Harianupdate.com, Selasa (24/2/2026).

Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan bagian dari evaluasi program. Pada tahap awal pelaksanaan, pemerintah lebih memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk ikut terlibat. Namun kini pengawasan diperketat agar kualitas layanan tetap terjaga.

“Program ini menyangkut kesehatan anak-anak, sehingga aspek kebersihan dan keamanan makanan tidak boleh diabaikan,” tegasnya.

Sebagai langkah lanjutan, pemerintah kota berencana mengundang Koordinator Wilayah SPPG bersama satuan tugas terkait. Pertemuan itu akan difokuskan pada evaluasi operasional dapur yang saat ini telah berjalan di berbagai titik di Pekanbaru.

Evaluasi tersebut mencakup sejumlah aspek penting, termasuk kepatuhan terhadap regulasi keamanan pangan serta kelengkapan administrasi.

Salah satu syarat utama yang menjadi perhatian adalah kepemilikan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Sertifikat tersebut menjadi indikator bahwa dapur telah memenuhi standar kebersihan, sanitasi, serta prosedur pengolahan makanan sesuai ketentuan dinas kesehatan.

Berdasarkan data pemerintah kota, saat ini terdapat 119 dapur SPPG yang terdaftar di Pekanbaru. Namun dari jumlah tersebut, sekitar 100 unit yang sudah aktif menjalankan kegiatan operasional.

Pemerintah kota juga tengah melakukan pemetaan terhadap berbagai kendala yang dihadapi para pengelola dapur, baik yang berkaitan dengan administrasi, fasilitas pendukung, maupun ketersediaan sumber daya manusia.

“Kami ingin mengetahui secara jelas kendala yang ada di lapangan. Dari situ pemerintah bisa menentukan langkah perbaikan agar seluruh dapur memenuhi standar kesehatan,” jelasnya.

Ia berharap melalui evaluasi tersebut seluruh dapur program MBG di Pekanbaru dapat memenuhi standar higiene secara menyeluruh sehingga kualitas makanan yang diberikan kepada para siswa tetap terjamin.

“Kami menargetkan semua dapur SPPG di Pekanbaru benar-benar memenuhi standar laik higiene,” pungkasnya. (ED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *