HarianUpdate.com | Pekanbaru – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) mulai memperketat penagihan terhadap para wajib pajak yang masih menunggak kewajibannya. Langkah ini dilakukan dengan menurunkan langsung tim juru sita ke lapangan guna melakukan penagihan aktif.
Kepala Bapenda Pekanbaru, Tengku Denny Muharpan, menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan ragu mengambil tindakan tegas terhadap wajib pajak yang tidak kooperatif.
“Saat ini kami fokus melakukan langkah-langkah penagihan aktif. Bapenda sudah memiliki juru sita yang bertugas turun langsung untuk menagih pajak terutang,” ujar Denny kepada Harianupdate.com, Selasa (24/2/2026).
Ia menjelaskan, sejumlah pelaku usaha yang sudah lama memiliki tunggakan pajak menjadi prioritas penagihan. Bahkan, kata dia, saat ini sudah ada dua wajib pajak yang masuk tahap pembacaan surat paksa.
“Dua wajib pajak sudah sampai pada tahapan pembacaan surat paksa. Ini merupakan bagian dari prosedur penegakan aturan terhadap penunggak pajak,” jelasnya.
Menurut Denny, setelah tahapan tersebut dilalui, proses penindakan dapat berlanjut pada penyitaan. Penyitaan dapat dilakukan terhadap rekening maupun aset yang berkaitan dengan objek pajak.
“Jika setelah surat paksa tidak juga dipenuhi, maka langkah berikutnya bisa berupa penyitaan, baik rekening maupun objek pajaknya,” tegasnya.
Ia menerangkan, mekanisme penegakan pajak daerah dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari pendataan, pendaftaran, penetapan, penagihan, pemeriksaan hingga tindakan penyitaan.
“Seluruh tahapan itu akan kami jalankan secara konsisten sepanjang tahun ini agar kepatuhan pajak di Pekanbaru semakin meningkat,” katanya.
Denny juga mengingatkan para wajib pajak yang masih memiliki tunggakan agar segera melunasi kewajibannya sebelum dilakukan tindakan lebih lanjut oleh petugas.
“Kami mengimbau wajib pajak yang masih menunggak agar segera menyelesaikan kewajibannya. Laporkan juga omzet usaha secara jujur sesuai kondisi sebenarnya,” ujarnya.
Ia menambahkan, pajak daerah memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan kota. Berbagai program pembangunan dan perbaikan infrastruktur di Pekanbaru, kata dia, bersumber dari penerimaan pajak.
“Pajak yang dibayarkan masyarakat sangat penting untuk pembangunan daerah. Infrastruktur yang dinikmati masyarakat hari ini berasal dari pajak daerah,” pungkasnya. (RB)











