Daerah

Gubernur Sumsel Resmikan Pembangunan Jembatan Air Lawai

9
×

Gubernur Sumsel Resmikan Pembangunan Jembatan Air Lawai

Sebarkan artikel ini
Teks foto: Gubernur Sumsel, Herman Deru didampingi Wakil Bupati Lahat dan unsur Forkopimda saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan kembali Jembatan Air Lawai di Desa Muara Lawai, Kecamatan Merapi Timur, Jumat (10/4/2026). HR/HUC

HarianUpdate.com | Sumsel – Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, melakukan peletakan batu pertama pembangunan kembali Jembatan Air Lawai yang sebelumnya ambruk, di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), Desa Muara Lawai, Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat, Jumat (10/4/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Lahat Widia Ningsih, Ketua DPRD Sumsel, anggota DPRD Sumsel Dapil VII, serta unsur Forkopimda dan sejumlah pejabat daerah lainnya.

Jembatan Air Lawai yang menjadi akses vital penghubung jalur lintas Sumatera itu sebelumnya mengalami kerusakan hingga ambruk, sehingga mengganggu mobilitas masyarakat dan distribusi logistik.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Lahat menyampaikan bahwa pembangunan kembali jembatan ini merupakan kebutuhan mendesak.

“Usia jembatan ini memang sudah tua dan ditambah dengan kejadian ambruk beberapa waktu lalu. Maka sudah seharusnya dibangun kembali,” ujarnya.

Ia berharap proses pembangunan dapat berjalan sesuai target.

“Kami berharap pekerjaan ini selesai tepat waktu dan sesuai standar yang ditetapkan, sehingga ke depan tidak menimbulkan masalah,” tambahnya.

Berdasarkan laporan panitia pelaksana, pembangunan jembatan tersebut menelan anggaran sekitar Rp18 miliar dengan estimasi waktu pengerjaan selama 4 hingga 5 bulan.

Ketua Asosiasi Transportir Seganti Setungguan, Fredy Fyet, menjelaskan bahwa proses persiapan telah dilakukan secara maksimal, termasuk penunjukan manajemen konstruksi dan pemenang tender.

“Semua tahapan telah kami lakukan sesuai prosedur. Kami ingin pekerjaan ini bisa selesai secepat mungkin,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Sumsel, Herman Deru, menekankan pentingnya kualitas pembangunan serta ketepatan waktu penyelesaian proyek.

“Mutu pembangunan harus sesuai standar dan pekerjaan harus selesai tepat waktu agar segera bisa dimanfaatkan masyarakat,” tegasnya.

Ia juga menyoroti kondisi jalan lintas Lahat–Muara Enim yang mulai mengalami kerusakan.

“Kami minta perhatian pemerintah pusat, khususnya untuk perbaikan jalan agar tidak semakin rusak,” ujarnya.

Selain itu, Gubernur mengingatkan kontraktor untuk memperhatikan keselamatan pengguna jalan selama proses pembangunan berlangsung.

“Pasang rambu-rambu dengan jelas agar pengendara tidak terjebak kemacetan atau membahayakan keselamatan,” katanya.

Gubernur juga menjelaskan bahwa pembangunan jembatan ini tidak menggunakan dana APBN maupun APBD, melainkan berasal dari kontribusi perusahaan melalui program tanggung jawab sosial (CSR).

“Kami mengapresiasi para pengusaha yang telah bergotong royong membantu pembangunan jembatan ini,” ungkapnya.

Mengakhiri sambutannya, Gubernur secara resmi memulai pembangunan dengan peletakan batu pertama.

“Bismillahirrahmanirrahim, pembangunan Jembatan Air Lawai ini secara resmi dimulai,” ucapnya.

Dengan dimulainya pembangunan ini, diharapkan akses transportasi di jalur strategis tersebut dapat segera pulih dan kembali mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. (HR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *