HarianUpdate.com | Bengkalis – Upaya penguatan administrasi kependudukan anak terus digencarkan Pemerintah Kabupaten Bengkalis dengan melibatkan satuan pendidikan sebagai mitra strategis. Hingga awal 2026, tercatat sebanyak 147.973 anak usia 0 hingga di bawah 17 tahun, atau sekitar 72,61 persen, telah memiliki Kartu Identitas Anak (KIA).
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Bengkalis, Syahruddin, menyampaikan bahwa sekolah menjadi titik fokus dalam percepatan layanan karena memiliki data peserta didik yang akurat dan mudah dihimpun.
“Melalui pendekatan berbasis sekolah, proses perekaman hingga penerbitan KIA bisa berjalan lebih efektif. Saat ini sudah ada 10 sekolah yang menjalin kerja sama resmi dengan Dukcapil,” ujar Syahruddin, Selasa (27/1/2026).
Program layanan tersebut dijalankan melalui skema jemput bola, di mana petugas Dukcapil hadir langsung ke lingkungan sekolah. Selain memangkas waktu dan biaya, langkah ini juga dinilai mendukung tertib administrasi anak sejak usia dini, khususnya bagi peserta didik jenjang PAUD hingga SMA.
Menurut Syahruddin, sinergi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan program. Koordinasi dengan Dinas Pendidikan terus diperkuat agar jadwal layanan di sekolah dapat menjangkau lebih banyak siswa secara bertahap.
“Sekolah berperan penting karena menjadi pusat aktivitas anak. Dengan dukungan pihak sekolah, target kepemilikan KIA akan lebih mudah dicapai,” jelasnya.
Selain optimalisasi di lapangan, Dukcapil Bengkalis juga melakukan pembenahan sistem pelayanan agar penerbitan dokumen semakin cepat dan tepat sasaran. Hingga saat ini, tidak ditemukan kendala teknis yang signifikan dalam pelaksanaan program tersebut.
Ia menambahkan, kepemilikan KIA memiliki manfaat besar bagi dunia pendidikan, mulai dari keperluan pendataan peserta didik, akses layanan publik, hingga berbagai program perlindungan anak.
“KIA bukan sekadar identitas, tetapi bagian dari perlindungan dan pemenuhan hak anak. Karena itu, edukasi kepada orang tua dan sekolah akan terus kita lakukan,” pungkasnya.
Dengan dukungan sekolah dan penguatan layanan jemput bola, Pemerintah Kabupaten Bengkalis optimistis cakupan kepemilikan KIA dapat meningkat dan mendukung sistem pendidikan yang lebih tertib dan inklusif. (ZA)











