Daerah

Tekan Pengangguran, Pemkab Siak Minta Industri Sawit Prioritaskan Putra Daerah

4
×

Tekan Pengangguran, Pemkab Siak Minta Industri Sawit Prioritaskan Putra Daerah

Sebarkan artikel ini
Tekan Pengangguran, Pemkab Siak Minta Industri Sawit Prioritaskan Putra Daerah
Teks foto: Bupati Siak, Afni Zulkifli, saat berdialog dengan perwakilan perusahaan kelapa sawit. (RK/HUC)

HarianUpdate.com | Siak – Bupati Siak, Afni Zulkifli, meminta seluruh Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang beroperasi di wilayahnya meningkatkan kontribusi terhadap pembangunan daerah. Salah satu bentuk komitmen yang ditekankan adalah memperluas penyerapan tenaga kerja dari masyarakat setempat.

Menurut Afni, Pemerintah Kabupaten Siak tengah melakukan pembenahan sistem ketenagakerjaan agar peluang kerja di sektor industri, khususnya kelapa sawit, dapat diakses secara lebih adil oleh warga lokal.

“Kami ingin seluruh perusahaan yang beroperasi di Siak ikut bertanggung jawab membangun daerah ini. Salah satunya dengan memberi ruang yang lebih besar bagi tenaga kerja lokal,” ujar Afni kepada Harianupdate.com, Jumat (17/2/2026).

Data tahun 2023 mencatat terdapat 34 PKS yang memiliki izin dan aktif beroperasi di Kabupaten Siak. Saat ini, komposisi tenaga kerja lokal di masing-masing perusahaan berkisar antara 60 hingga 70 persen.

Namun demikian, Afni menilai angka tersebut masih dapat ditingkatkan, terutama pada posisi teknis dan operasional. “Target kami ke depan bisa mencapai 90 persen, bahkan mendekati 100 persen untuk tenaga operasional,” ujarnya.

Ia menjelaskan, untuk jabatan manajerial maupun kepemilikan perusahaan, keberadaan tenaga dari luar daerah merupakan hal yang wajar. Akan tetapi, pada level pelaksana di lapangan, masyarakat Siak dinilai harus menjadi prioritas guna menekan angka pengangguran.

Berdasarkan data pemerintah daerah, sekitar 180 ribu jiwa penduduk Siak masih berada dalam kategori miskin. Kondisi tersebut, menurut Afni, perlu diantisipasi melalui kebijakan yang mendorong ketersediaan lapangan kerja.

“Kalau peluang kerja terbuka luas bagi masyarakat kita sendiri, dampak sosial bisa kita tekan. Ini bagian dari upaya menjaga stabilitas daerah,” katanya.

Dalam pertemuan dengan pihak perusahaan, terungkap bahwa tantangan utama bukan semata-mata pada kesediaan perusahaan menerima tenaga lokal, melainkan kesiapan sumber daya manusia yang harus sesuai dengan kebutuhan industri.

Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Siak berencana memfasilitasi pelaksanaan job fair sebagai wadah mempertemukan perusahaan dengan pencari kerja. Selain itu, pemerintah juga akan melakukan pemetaan kebutuhan tenaga kerja secara lebih terstruktur.

“Proses rekrutmen ke depan harus transparan dan terkoordinasi dengan pemerintah kampung maupun perangkat daerah terkait,” jelas Afni.

Sementara itu, perwakilan manajemen PT Sri Indrapura Sawit Lestari, M. Vaiz Rahman, menyatakan komitmen perusahaan untuk mendukung kebijakan pemerintah daerah.

“Kami siap memprioritaskan tenaga kerja lokal, khususnya untuk pengisian posisi yang kosong akibat karyawan mengundurkan diri. Mekanismenya akan kami koordinasikan dengan pemerintah desa atau kampung setempat,” kata Vaiz Rahman. (RK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *