HarianUpdate.com | Pekanbaru – – Pemerintah Provinsi Riau melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) bersiap mengajukan bantuan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) serta helikopter water bombing kepada pemerintah pusat guna memperkuat upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang kembali terjadi di sejumlah wilayah.
Kepala BPBD Damkar Riau, M. Edy Afrizal, melalui Kepala Bidang Kedaruratan, Jim Gafur, mengatakan langkah tersebut dipertimbangkan menyusul tren penurunan curah hujan di beberapa daerah di Riau.
“Informasi dari BMKG menunjukkan curah hujan mulai berkurang, terutama di kawasan pesisir. Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko Karhutla, sehingga TMC menjadi salah satu opsi yang akan kami usulkan,” ujarnya, Minggu.
Selain modifikasi cuaca, BPBD Damkar Riau juga menyiapkan pengajuan bantuan helikopter water bombing serta helikopter patroli. Sarana udara ini dinilai penting untuk menjangkau titik-titik api yang sulit diakses oleh petugas di lapangan.
“Pemadaman lewat udara sangat dibutuhkan, khususnya di lokasi dengan akses terbatas,” jelasnya.
Namun, sebelum pengajuan bantuan tersebut dilakukan, pemerintah daerah harus lebih dulu menetapkan status siaga darurat Karhutla. Saat ini, BPBD Riau masih menunggu penetapan status siaga dari pemerintah kabupaten/kota yang terdampak.
“Jika sudah ada daerah yang menetapkan status siaga, maka pemerintah provinsi akan menindaklanjuti dengan penetapan status siaga di tingkat provinsi,” tambah Jim.
Berdasarkan laporan sementara, Karhutla masih terpantau terjadi di lima wilayah, yakni Kabupaten Bengkalis, Kepulauan Meranti, Siak, Pelalawan, serta Kota Dumai. Seluruh lokasi tersebut masih dalam tahap pemadaman dan pendinginan.
Upaya penanganan dilakukan secara terpadu melibatkan unsur TNI-Polri, Manggala Agni, BPBD daerah, relawan, serta dukungan dari pihak swasta. (RB)











