FAM-SU Gelar Aksi di Kejati Sumut, Soroti Dugaan Korupsi Program Penyediaan Benih Bawang Merah

HarianUpdate.com | Medan – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Aksi Muda Sumatera Utara (FAM-SU) kembali menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut), Jalan Jenderal Besar A.H. Nasution, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan, Jumat (29/8/2025).

Dalam aksi tersebut, massa mendesak Kejati Sumut agar segera melakukan pengusutan terhadap dugaan praktik korupsi yang disebut-sebut terjadi di lingkungan Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Provinsi Sumatera Utara.

Koordinator lapangan yang juga Ketua Umum FAM-SU, Idris Rizky, menegaskan bahwa aksi yang mereka lakukan merupakan bentuk kepedulian mahasiswa untuk mengawal jalannya pemerintahan yang bersih dan transparan.

“Aksi kami hari ini adalah dukungan nyata agar Kejaksaan Tinggi Sumut serius mengawasi penggunaan anggaran daerah. Kami ingin memastikan pembangunan berjalan sesuai aturan tanpa ada praktik yang merugikan masyarakat,” ujar Idris saat berorasi.

Lebih lanjut, Idris menyampaikan bahwa aksi ini tidak akan berhenti jika aparat penegak hukum tidak segera menindaklanjuti laporan mereka. FAM-SU bahkan mengancam akan melakukan aksi lanjutan dengan jumlah massa yang lebih besar dan membawa kasus-kasus lain yang mereka nilai bermasalah di dinas tersebut.

“Kalau tuntutan kami hari ini tidak mendapat respon, maka kami akan kembali turun ke jalan dengan dukungan elemen mahasiswa dan aktivis anti-korupsi lainnya. Kami akan kawal persoalan ini sampai ada kejelasan,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, FAM-SU mengungkapkan bahwa dugaan korupsi yang mereka soroti berkaitan dengan kegiatan penyediaan benih bawang merah yang dibiayai melalui APBD Tahun Anggaran 2023. Anggaran kegiatan tersebut disebut mencapai Rp 2,8 miliar.

“Dengan nilai sebesar itu, kami menduga ada indikasi mark up yang berpotensi merugikan keuangan negara. Dugaan ini harus diselidiki secara serius agar publik mendapat kejelasan,” kata Idris.

Selain menyoroti dugaan penyimpangan anggaran, massa aksi juga mendesak pihak Kepolisian Daerah Sumut dan Kejati Sumut untuk segera memeriksa dan mengambil langkah hukum terhadap oknum yang terlibat, bila terbukti ada praktik korupsi.

“Kalau aparat penegak hukum tidak bergerak, kami khawatir ada kesan pembiaran. Bahkan bisa menimbulkan dugaan adanya permainan antara pejabat dinas dengan aparat,” tambahnya.

Aksi demonstrasi tersebut berlangsung dengan pengawalan aparat kepolisian. Hingga berita ini diturunkan, pihak Kejati Sumut belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan mahasiswa.

FAM-SU menegaskan akan tetap mengawal dugaan kasus ini sampai tuntas sebagai bentuk konsistensi mereka dalam memperjuangkan pemberantasan korupsi di Sumatera Utara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *