HarianUpdate.com | Bengkalis – Insiden karamnya kapal pengangkut sembako KLM Ima Setia menghebohkan warga Desa Sepahat dan sekitarnya, Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis. Kapal tersebut diketahui tenggelam di perairan Selat Bengkalis pada Kamis (22/1/2026) malam saat berlayar dari Tanjung Balai Asahan menuju Selat Panjang, Kabupaten Kepulauan Meranti.
Keesokan harinya, Jumat (23/1/2026) sekitar pukul 08.30 WIB, ratusan warga memadati kawasan pesisir Sepahat. Mereka datang untuk menyaksikan langsung lokasi kejadian sekaligus mengumpulkan sejumlah barang muatan kapal yang terdampar ke pantai akibat terbawa arus laut.
Pantauan di lapangan, warga membawa karung besar dan memunguti barang-barang yang hanyut, seperti mi instan dan sejumlah perlengkapan rumah tangga. Aktivitas tersebut menarik perhatian masyarakat sekitar hingga kawasan pantai dipadati pengunjung.
“Saya dengar kapal tenggelam semalam, pagi ini banyak warga turun ke pantai melihat dan mengumpulkan barang yang terbawa arus,” ujar Maisarah, warga yang berada di Pantai Sepahat, Jumat (23/1/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, KLM Ima Setia diduga karam akibat diterjang gelombang tinggi disertai angin kencang saat melintas di perairan Sepahat pada Jumat dini hari.
Kapal tersebut diketahui diawaki tujuh orang anak buah kapal (ABK). Seluruh kru berhasil menyelamatkan diri dan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, meski sebagian muatan kapal hilang ke laut.
“Benar, KLM Ima Setia rute Tanjung Balai Asahan–Selat Panjang tenggelam pagi tadi sekitar pukul 06.00 WIB. Seluruh ABK berjumlah tujuh orang dalam kondisi selamat,” kata Kepala Bagian Operasi SAR Bengkalis, Johan.
Usai menerima laporan, tim SAR gabungan yang terdiri dari TNI AL, Basarnas, Polairud, serta dibantu nelayan setempat segera melakukan upaya evakuasi dan pengamanan di sekitar lokasi kejadian.
Danposal Bengkalis, Lettu Laut (PM) Nirwan Hastya, membenarkan insiden tersebut. Ia menyebut kapal tenggelam akibat cuaca buruk yang melanda perairan Selat Bengkalis.
“Kapal pengangkut sembako tersebut karam setelah dihantam gelombang tinggi di perairan Desa Sepahat. Alhamdulillah, seluruh kru selamat dan upaya pengamanan kapal telah dilakukan,” jelasnya.
Sementara itu, salah seorang ABK KLM Ima Setia, Ujang, mengungkapkan kapal telah berlayar sejak Rabu (21/1/2026). Cuaca mulai memburuk saat memasuki perairan Selat Rupat hingga akhirnya kapal tak mampu bertahan menghadapi gelombang besar.
“Angin semakin kencang saat kami masuk Selat Bengkalis. Gelombang besar menghantam kapal hingga akhirnya kami karam,” ujarnya. (ZA)











