Peristiwa

Seratus Hotspot Terpantau di Riau, Potensi Karhutla Kembali Meningkat

13
×

Seratus Hotspot Terpantau di Riau, Potensi Karhutla Kembali Meningkat

Sebarkan artikel ini
Teks foto: Peta sebaran titik panas (hotspot) di Provinsi Riau berdasarkan pemantauan BMKG Pekanbaru, Jumat (6/2/2026). RB/HUC

HarianUpdate.com | Riau – Provinsi Riau kembali mencatatkan jumlah titik panas (hotspot) tertinggi di Pulau Sumatera berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) hingga Jumat (6/2/2026) pagi.

Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Anggun R, menyampaikan bahwa dari total 131 hotspot yang terdeteksi di wilayah Sumatera, sebanyak 100 titik berada di Provinsi Riau.

“Sebaran hotspot di Riau masih mendominasi dibandingkan provinsi lain di Sumatera,” kata Anggun, kepada harianupdate.com, Jumat (6/2/2026).

Berdasarkan data BMKG, Kabupaten Pelalawan menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 41 titik. Disusul Kabupaten Bengkalis dengan 37 titik. Selanjutnya, Kota Dumai tercatat 10 titik, serta Kabupaten Siak dan Indragiri Hilir masing-masing 4 titik.

Sementara itu, masing-masing satu hotspot terpantau di Kabupaten Kepulauan Meranti, Kampar, Rokan Hilir, dan Rokan Hulu.

Untuk wilayah Sumatera lainnya, BMKG mencatat hotspot di Aceh dan Sumatera Utara masing-masing 9 titik, Sumatera Barat dan Kepulauan Riau masing-masing 3 titik, Sumatera Selatan, Bengkulu, serta Bangka Belitung masing-masing 2 titik, dan Jambi 1 titik.

Dari 100 hotspot di Riau tersebut, hasil analisis citra satelit menunjukkan 11 titik berada pada tingkat kepercayaan tinggi dan telah terkonfirmasi sebagai titik api. Sebanyak 88 titik berada pada kategori kepercayaan sedang, sementara satu titik berada pada kategori rendah.

BMKG mengingatkan bahwa peningkatan jumlah hotspot berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama pada kondisi cuaca kering yang disertai angin. Masyarakat diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan indikasi kebakaran. (RB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *