Daerah

HUT ke-27 Rohul, Bupati Anton Paparkan Pertumbuhan Ekonomi

×

HUT ke-27 Rohul, Bupati Anton Paparkan Pertumbuhan Ekonomi

Sebarkan artikel ini
Teks foto: Bupati Rokan Hulu, Anton saat menerima secara simbolis bantuan Program Tanggungjawab Sosial Lingkungan dari Bank Riau Kepri Syariah. (MS/HUC)

HarianUpdate.com | Rokan Hulu — Peringatan Hari Jadi ke-27 Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk mengevaluasi capaian pembangunan sekaligus memperkuat strategi menghadapi tantangan keterbatasan anggaran.

Dalam apel peringatan yang digelar di halaman Kantor Bupati Rokan Hulu, Senin (12/10/2026), Bupati Rokan Hulu Anton, S.T., M.M., menyoroti pertumbuhan ekonomi daerah yang tercatat mencapai 6,79 persen. Capaian tersebut, menurutnya, perlu diikuti dengan peningkatan kesejahteraan dan manfaat nyata bagi masyarakat.

Mengusung tema “Maju Bersinergi, Membangun Negeri”, Anton menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur melalui angka pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari dampaknya terhadap kehidupan masyarakat.

“Pembangunan Rokan Hulu merupakan tanggung jawab kita bersama. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Karena itu, sinergi dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat harus terus diperkuat agar kemajuan yang dicapai benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ujar Anton dalam amanatnya.

Apel peringatan tersebut dihadiri perwakilan Gubernur Riau, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Riau H. Zulkifli Syukur, M.A., M.Si.; Wakil Bupati Rohul H. Syafaruddin Poti, S.H., M.M.; Ketua DPRD Rohul Hj. Sumiartini beserta anggota DPRD; unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda); serta Penjabat Sekretaris Daerah Rohul Drs. H. Yusmar, M.Si.

Turut hadir Ketua TP PKK Rohul dr. Yeni Dwi Putri, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), para camat, Ketua Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Rohul H. Zulyadaini, tokoh masyarakat, dan para pendiri Kabupaten Rokan Hulu.

Peserta apel terdiri atas unsur TNI-Polri, Satpol PP, Barisan Pemadam Kebakaran, aparatur sipil negara, organisasi kemasyarakatan, PGRI, mahasiswa, serta pelajar.

Dalam pemaparannya, Anton menyebut pertumbuhan ekonomi Kabupaten Rokan Hulu mencapai 6,79 persen, lebih tinggi dibandingkan angka pertumbuhan ekonomi Provinsi Riau sebesar 4,59 persen dan nasional sebesar 5,13 persen.

Menurutnya, capaian tersebut menjadi modal untuk mendorong aktivitas ekonomi masyarakat. Namun, pertumbuhan ekonomi perlu diiringi dengan peningkatan investasi, terbukanya lapangan kerja, serta berkembangnya usaha lokal agar manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas.

“Kita ingin pertumbuhan ekonomi tidak hanya menjadi angka statistik, tetapi juga memberikan dampak terhadap peningkatan pendapatan masyarakat, terbukanya lapangan kerja, dan berkembangnya usaha lokal,” ungkapnya.

Untuk memperkuat ekonomi kerakyatan, Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu mendorong pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui program Kurda Asa. Program tersebut menyediakan pinjaman modal sebesar Rp5 juta dengan bunga ditanggung pemerintah daerah.

Melalui program ini, pelaku UMKM diharapkan memperoleh akses permodalan untuk mengembangkan usaha, meningkatkan kapasitas produksi, dan memperluas peluang pasar.

Di sektor ketenagakerjaan, pemerintah daerah juga merencanakan pelaksanaan bursa kerja atau job fair yang melibatkan sekitar 50 perusahaan dengan perkiraan 500 lowongan pekerjaan.

Kegiatan tersebut diharapkan mempertemukan pencari kerja dengan dunia usaha sekaligus membuka peluang bagi masyarakat Rohul untuk memperoleh pekerjaan sesuai kompetensi masing-masing.

Di bidang pendidikan, pemerintah daerah mencatat sebanyak 84 satuan pendidikan mendapatkan program revitalisasi sepanjang 2025–2026 dengan total anggaran sekitar Rp79,44 miliar.

Selain itu, Pemkab Rohul telah menyalurkan seragam sekolah gratis kepada 17.340 siswa. Program tersebut menjadi salah satu upaya membantu memenuhi kebutuhan peserta didik sekaligus meringankan beban pengeluaran orang tua.

Persiapan pembangunan Sekolah Garuda dan Sekolah Rakyat juga masuk dalam agenda pengembangan layanan pendidikan di daerah.

Anton menegaskan, pembangunan sumber daya manusia harus berjalan beriringan dengan pembangunan fisik. Pendidikan yang berkualitas dinilai penting untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan masa depan dan berkontribusi terhadap kemajuan daerah.

Pada sektor kesehatan, program pemeriksaan kesehatan gratis dilaporkan telah menjangkau 56 dari total 145 desa dan kelurahan di Kabupaten Rokan Hulu.

Dari 23 puskesmas yang tersedia, sebanyak 10 puskesmas telah memiliki fasilitas rawat inap.

Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas layanan kesehatan. Meski demikian, pemerintah daerah masih perlu memperkuat jangkauan dan kualitas pelayanan agar masyarakat, termasuk yang tinggal jauh dari pusat pemerintahan, dapat memperoleh akses kesehatan yang memadai.

Di balik berbagai capaian tersebut, Anton mengakui keterbatasan fiskal masih menjadi tantangan dalam pelaksanaan pembangunan daerah. Kondisi ini menuntut pemerintah lebih cermat menentukan program prioritas dan memastikan setiap anggaran memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.

“Keterbatasan anggaran bukan alasan untuk berhenti membangun. Kita harus lebih cermat menentukan prioritas, memastikan anggaran digunakan secara efektif dan tepat sasaran, serta membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak,” tegas Anton.

Salah satu langkah yang ditempuh pemerintah daerah adalah mendorong partisipasi dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).

Dukungan tersebut diarahkan untuk membantu sejumlah kebutuhan pembangunan, di antaranya Islamic Center, Pasar Modern Pasir Pengaraian, rehabilitasi jalan provinsi Ujung Batu–Pasir Pengaraian, serta pembangunan 34 unit rumah layak huni.

Kolaborasi dengan dunia usaha diharapkan dapat melengkapi kemampuan pembiayaan pemerintah daerah, khususnya dalam mendukung pembangunan yang membutuhkan sumber daya besar.

Peringatan Hari Jadi ke-27 Kabupaten Rokan Hulu tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga momentum untuk mengevaluasi perjalanan pembangunan dan memperkuat komitmen menghadapi tantangan ke depan.

Melalui tema “Maju Bersinergi, Membangun Negeri”, pemerintah daerah mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga kebersamaan, memperkuat koordinasi, serta mengambil bagian dalam pembangunan.

Capaian ekonomi, peningkatan layanan pendidikan dan kesehatan, serta penguatan ekonomi masyarakat perlu terus diiringi kebijakan yang terukur dan pelaksanaan program yang berorientasi pada kebutuhan warga.

Anton berharap kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan dapat terus terjaga agar pembangunan Rokan Hulu berjalan lebih terarah dan berkelanjutan.

Dengan semangat kebersamaan tersebut, peringatan Hari Jadi ke-27 diharapkan menjadi momentum untuk memperluas manfaat pembangunan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mendorong Kabupaten Rokan Hulu menjadi daerah yang semakin maju. (MS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *