Pendidikan

Polemik di SDS Cerenti Subur Kuansing Jadi Sorotan, Kepala Sekolah Buka Suara

27
×

Polemik di SDS Cerenti Subur Kuansing Jadi Sorotan, Kepala Sekolah Buka Suara

Sebarkan artikel ini
Teks foto: Kepala SDS Cerenti Subur, Kuansing, Hariaman Sinaga. (AN/HUC)

HarianUpdate.com | Kuansing – Kepala SDS Cerenti Subur, Hariaman Sinaga, memberikan penjelasan terkait tudingan yang berkembang mengenai gaya kepemimpinannya serta pengelolaan dana sekolah. Klarifikasi tersebut disampaikannya kepada awak media, Senin (2/3/2026).

Hariaman menepis anggapan bahwa dirinya bersikap arogan maupun otoriter dalam menjalankan tugas sebagai pimpinan sekolah. Ia menegaskan setiap kebijakan, termasuk penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDa), dilakukan melalui pembahasan bersama guru dan staf.

“Seluruh pengelolaan sekolah kami lakukan secara terbuka dan melalui musyawarah. Prinsipnya transparan dan akuntabel,” ujarnya.

Terkait persoalan penjaga sekolah berinisial FR Muzacky yang dikabarkan sakit, Hariaman memaparkan kronologi menurut versinya. Ia menyebut pada Kamis (26/2/2026) pagi, seorang guru mengantarkan kunci sekolah dan menyampaikan bahwa penjaga sekolah tidak dapat hadir karena sakit.

“Saya minta agar yang bersangkutan menghubungi saya supaya bisa segera berobat. Hingga jam pulang sekolah belum ada kabar. Saya juga menanyakan ke tata usaha apakah ada surat izin berobat, namun belum disampaikan,” jelasnya.

Menurutnya, surat keterangan sakit baru diantar keluarga yang bersangkutan pada sore hari. Ia menyebut tanggapannya saat itu berkaitan dengan prosedur absensi di perusahaan tempat penjaga sekolah tersebut terdaftar sebagai karyawan.

“Di perusahaan ada sistem absensi pagi dan siang. Kalau tidak absen pagi bisa dianggap mangkir. Tindakan saya murni soal disiplin,” katanya.

Sebelumnya, sejumlah guru yang enggan disebutkan namanya menyampaikan keluhan mengenai pola komunikasi kepala sekolah yang dinilai kerap bernada tinggi. Selain itu, muncul pula sorotan terkait dugaan kurangnya keterlibatan bendahara dalam pengelolaan dana BOSDa serta isu penjualan Lembar Kerja Siswa (LKS).

Menanggapi berbagai isu tersebut, Hariaman menyatakan terbuka terhadap evaluasi dan siap memberikan penjelasan kepada pihak terkait apabila diperlukan.

“Saya berharap persoalan ini dapat disikapi secara profesional dan proporsional,” ucapnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kuantan Singingi, Zulmaswan, telah dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada hari yang sama untuk dimintai penjelasan mengenai mekanisme pengawasan sekolah dan tata kelola dana BOSDa.

Namun hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas Pendidikan belum memberikan tanggapan resmi. Awak media akan terus berupaya melakukan konfirmasi lanjutan guna melengkapi informasi secara berimbang. (AN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *