Daerah

Setahun Agung–Markarius Memimpin, Wajah Baru Pekanbaru Mulai Terlihat

9
×

Setahun Agung–Markarius Memimpin, Wajah Baru Pekanbaru Mulai Terlihat

Sebarkan artikel ini
Setahun Agung–Markarius Memimpin, Wajah Baru Pekanbaru Mulai Terlihat
Teks foto: Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, bersama Wakil Wali Kota, Markarius Anwar, saat meninjau salah satu program pembangunan jalan yang menjadi prioritas Pemerintah Kota Pekanbaru. (ED/HUC)

HarianUpdate.com | Pekanbaru – Satu per satu program kerja Pemerintah Kota Pekanbaru di bawah kepemimpinan Wali Kota Agung Nugroho dan Wakil Wali Kota Markarius Anwar mulai terealisasi dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

Dalam kurun satu tahun terakhir, arah pembangunan Kota Pekanbaru dinilai bergerak lebih terstruktur dengan fokus pada pembenahan pelayanan publik, penataan lingkungan, pembangunan infrastruktur, penguatan pendidikan, kesehatan hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Berbagai program yang sebelumnya disampaikan kepada masyarakat kini mulai diwujudkan secara bertahap melalui sejumlah kebijakan strategis yang menyentuh kebutuhan dasar warga kota.

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan, pemerintah kota berkomitmen menghadirkan perubahan nyata melalui kerja konkret dan program yang dapat dirasakan langsung masyarakat.

“Kami ingin pembangunan di Pekanbaru benar-benar berjalan dan dirasakan masyarakat. Pemerintah tidak boleh hanya bicara konsep, tetapi harus mampu menghadirkan solusi terhadap persoalan yang dihadapi warga setiap hari,” ujar Agung kepada Harianupdate.com, Selasa (5/5/2026).

Menurutnya, pembenahan kota dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kondisi keuangan daerah dan prioritas pembangunan.

“Kami memahami masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Karena itu, kami memilih bekerja secara bertahap namun terukur agar hasilnya benar-benar berdampak dan berkelanjutan,” katanya.

Salah satu kebijakan yang mendapat perhatian masyarakat yakni penurunan tarif parkir kendaraan bermotor. Kebijakan tersebut dinilai menjadi bentuk keberpihakan pemerintah terhadap kebutuhan ekonomi masyarakat di tengah kondisi yang masih menantang.

Selain itu, Pemerintah Kota Pekanbaru juga melakukan pembenahan besar pada sektor lingkungan hidup melalui Gerakan Serbu Sampah dan pembentukan Lembaga Pengelolaan Sampah (LPS) di seluruh 83 kelurahan.

Program tersebut dilakukan untuk mengurangi timbulan sampah sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Pemko Pekanbaru juga melakukan penindakan terhadap pelaku pembuangan sampah ilegal yang selama ini menjadi salah satu persoalan utama kebersihan kota.

“Persoalan sampah menjadi perhatian serius kami. Penanganannya tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi juga membutuhkan kesadaran bersama masyarakat,” kata Agung.

Sebagai bagian dari penataan kota, pemerintah turut menertibkan 175 tiang reklame yang dinilai mengganggu estetika, keselamatan dan ketertiban ruang kota.

Dalam bidang pelayanan publik, Pemko Pekanbaru menghadirkan Mobil AMAN yang memberikan layanan administrasi kependudukan secara langsung kepada masyarakat di berbagai wilayah.

Melalui layanan keliling tersebut, masyarakat dapat mengurus berbagai dokumen kependudukan tanpa harus datang langsung ke kantor pelayanan.

“Kami ingin pelayanan publik semakin dekat, mudah dan cepat diakses masyarakat,” ujar Agung.

Persoalan banjir yang selama ini menjadi keluhan warga juga mulai ditangani secara bertahap. Pemerintah kota melakukan penanganan terhadap 20 titik rawan banjir melalui normalisasi sungai sepanjang 78,2 kilometer serta perbaikan drainase dan daerah aliran sungai sepanjang 109,5 kilometer.

Selain itu, Pemko Pekanbaru juga memperkuat konsep pembangunan berkelanjutan melalui program Pekanbaru Green City dengan penanaman 15 ribu pohon di sejumlah wilayah kota.

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, pembangunan kota tidak hanya berorientasi pada fisik semata, tetapi juga harus memperhatikan kualitas lingkungan dan keberlanjutan.

“Kami ingin Pekanbaru menjadi kota yang nyaman dihuni, sehat dan ramah lingkungan. Karena itu, pembangunan harus berjalan seimbang antara infrastruktur dan kelestarian lingkungan,” ujar Markarius Anwar.

Di bidang sosial dan kemanusiaan, Pemerintah Kota Pekanbaru juga menunjukkan kepedulian terhadap daerah terdampak bencana banjir di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat melalui penyaluran bantuan tunai serta sembako.

Sementara pada sektor pendidikan, pemerintah kota menggulirkan berbagai program untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Program beasiswa pendidikan mulai jenjang S1 hingga S3 diberikan kepada masyarakat, termasuk bagi para hafiz Al-Qur’an.

Selain itu, Program Zero Putus Sekolah juga dijalankan untuk menekan angka anak putus sekolah di Pekanbaru.

Dari program tersebut, pemerintah berhasil menjaring 1.778 anak dengan berbagai latar belakang permasalahan pendidikan dan mengembalikan 757 anak kembali ke bangku sekolah.

Pemko Pekanbaru juga membantu penyelesaian persoalan ijazah yang tertahan serta memberikan dukungan perlengkapan sekolah bagi siswa kurang mampu.

Menurut Markarius, sektor pendidikan menjadi investasi penting bagi masa depan daerah.

“Kami ingin memastikan tidak ada anak Pekanbaru yang kehilangan hak pendidikan hanya karena persoalan ekonomi atau administrasi,” katanya.

Dalam mendukung program wajib belajar 13 tahun, pemerintah kota juga menghadirkan program satu PAUD satu kelurahan yang diintegrasikan dengan layanan posyandu.

Langkah tersebut dibarengi dengan pelatihan kader posyandu guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak sekaligus menekan angka stunting.

Di bidang kesehatan, Pemerintah Kota Pekanbaru turut melaksanakan program pemeriksaan kesehatan gratis dan Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi peserta didik serta kelompok ibu hamil, ibu menyusui dan balita.

Program MBG sendiri menjadi bagian dari dukungan terhadap Program Strategis Nasional yang saat ini dijalankan pemerintah pusat.

Hingga kini, terdapat 27 dapur umum MBG di Pekanbaru dengan kapasitas produksi sekitar 3.000 hingga 3.500 porsi makanan per dapur setiap harinya.

Tidak hanya fokus pada pelayanan dasar, Pemko Pekanbaru juga memperkuat identitas budaya daerah.

Kota Pekanbaru berhasil meraih Juara II Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Riau dan sukses menyelenggarakan MTQ ke-57 tingkat kota.

Festival Kreatif Budaya Melayu juga digelar untuk menghidupkan nilai budaya lokal sekaligus mendorong pertumbuhan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

“Budaya Melayu adalah identitas daerah yang harus terus dijaga dan diperkuat di tengah perkembangan kota,” ujar Markarius.

Pemerintah kota juga mendorong gaya hidup sehat masyarakat melalui pelaksanaan Event Lari Pekanbaru 10K dan peresmian Stadion Mini Gelora Hang Tuah.

Dalam sektor pemberdayaan masyarakat, program bantuan Rp100 juta per RW dijalankan untuk mendukung pembangunan berbasis lingkungan dan kebutuhan masyarakat setempat.

Sementara itu, pengangkatan PPPK dan PPPK paruh waktu serta pemberian tunjangan kinerja ke-14 dilakukan guna memperkuat kapasitas aparatur pemerintah.

Di bidang infrastruktur, Pemerintah Kota Pekanbaru mencatat perbaikan jalan lebih dari 42 kilometer, peremajaan 42 halte, pemasangan lampu penerangan jalan serta penyediaan wifi gratis di sejumlah titik publik.

Pemko Pekanbaru juga menggelar bazar pangan murah di 50 lokasi guna membantu menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.

Dari sisi tata kelola pemerintahan, pemerintah kota berhasil menyelesaikan utang warisan daerah senilai Rp467 miliar.

Selain itu, investasi baru mulai masuk ke Pekanbaru dan proses Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) kini dapat diselesaikan hanya dalam waktu satu jam.

“Kami terus mendorong tata kelola pemerintahan yang cepat, transparan dan efisien agar iklim investasi di Pekanbaru semakin baik,” kata Agung.

Sebagai bentuk peningkatan pelayanan keamanan masyarakat, Pemko Pekanbaru juga meluncurkan Tim Reaksi Cepat (TRC) Pekanbaru Aman 112.

Di sektor lingkungan, pemerintah kota saat ini tengah mengembangkan proyek waste to energy (WTE) atau pengolahan sampah menjadi energi sebagai solusi jangka panjang pengelolaan sampah perkotaan.

Selain menjalankan program daerah, Pemerintah Kota Pekanbaru juga terus mendukung pelaksanaan Program Strategis Nasional seperti pembentukan 83 Koperasi Merah Putih berbadan hukum di setiap kelurahan, digitalisasi pendidikan melalui penggunaan smartboard di sekolah negeri, pembangunan Sekolah Rakyat, pembangunan rumah layak huni hingga pengembangan jaringan gas rumah tangga.

Atas berbagai capaian tersebut, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menerima penghargaan peringkat dua nasional dalam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 atas keberhasilan menekan angka kemiskinan dan stunting.

Agung menegaskan, berbagai capaian yang diraih saat ini bukan menjadi akhir, melainkan motivasi untuk terus mempercepat pembangunan kota.

“Kami ingin menjadikan Pekanbaru sebagai kota yang maju, bersih, nyaman dan mampu memberikan kualitas hidup yang lebih baik bagi masyarakat,” tutupnya. (ED)

Advetorial

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *