HarianUpdate.com | Inhil – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak bencana abrasi di Dusun II, Desa Sungai Nyiur, Kecamatan Tanah Merah. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk penanganan darurat bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana yang terjadi beberapa hari lalu.
Kepala BPBD Kabupaten Inhil, R. Arliansyah, mengatakan bantuan disalurkan melalui Bidang Kedaruratan dan Logistik bersama Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Inhil.
“Bantuan sudah kami serahkan kemarin. Bantuan ini diharapkan dapat mengurangi beban warga yang saat ini terdampak akibat abrasi dan longsor,” ujar Arliansyah, Kamis (16/7/2026).
Ia menjelaskan, bantuan tersebut diberikan kepada sembilan kepala keluarga (KK) yang terdampak abrasi. Paket logistik yang disalurkan terdiri dari sembilan karung beras ukuran 5 kilogram, sembilan kilogram gula pasir, sembilan kaleng ikan sarden, sembilan dus mi instan, sembilan bungkus minyak goreng, sembilan kaleng susu, serta sembilan kotak teh celup.
“Penyaluran bantuan ini merupakan upaya BPBD untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak sambil menunggu penanganan lanjutan,” katanya.
Sebelumnya, bencana abrasi melanda Dusun II, Desa Sungai Nyiur, pada Selasa (14/7/2026) sekitar pukul 09.30 WIB. Peristiwa itu terjadi saat air laut surut yang memicu pergerakan tanah di kawasan pesisir sehingga menyebabkan retakan tanah meluas hingga ke permukiman warga.
Laporan mengenai kejadian tersebut diterima BPBD Inhil dari Kepala Desa Sungai Nyiur sekitar pukul 10.00 WIB. Menindaklanjuti laporan itu, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD segera diterjunkan ke lokasi untuk melakukan asesmen, membantu proses evakuasi warga, pembongkaran bangunan yang terdampak, serta pendataan korban.
Akibat abrasi tersebut, lima unit rumah warga mengalami kerusakan berat. Selain itu, satu rumah tahfiz, satu dermaga apung, jalan jerambah beton sepanjang kurang lebih 100 meter, serta satu fasilitas umum berupa sumur bor turut mengalami kerusakan.
Meski menyebabkan kerusakan material yang cukup besar, peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka. Sebanyak sembilan kepala keluarga dengan total 17 jiwa terdampak dan sementara waktu mengungsi ke rumah kerabat terdekat.
Arliansyah menambahkan, BPBD Inhil terus berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan pemerintah desa guna memastikan penanganan lanjutan berjalan optimal.
“Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan pemerintah desa terkait langkah penanganan berikutnya. Saat ini masih terdapat sejumlah kebutuhan mendesak yang diperlukan para korban, seperti peralatan dapur, bahan kebutuhan pokok, perlengkapan tidur, perlengkapan mandi, hingga Al-Qur’an untuk menggantikan perlengkapan di rumah tahfiz yang rusak,” ungkapnya.
BPBD Inhil juga mengimbau masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi abrasi dan pergerakan tanah, terutama ketika terjadi perubahan kondisi pasang surut air laut yang dapat memicu longsor di wilayah pantai. (GM)











