Daerah

Pemprov Riau–UMRI Perkuat Sinergi, Jembatani Teori Akademik dan Praktik Lapangan

×

Pemprov Riau–UMRI Perkuat Sinergi, Jembatani Teori Akademik dan Praktik Lapangan

Sebarkan artikel ini
Teks foto: Sekda Provinsi Riau, Syahrial Abdi, menyampaikan materi kuliah umum bagi mahasiswa program magister Universitas Muhammadiyah Riau. (RB/HUC)

HarianUpdate.com | Pekanbaru — Pemerintah Provinsi Riau memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya melalui pembelajaran yang menghubungkan teori akademik dengan praktik di lapangan.

Kolaborasi tersebut diwujudkan bersama Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) melalui kegiatan kuliah umum bagi mahasiswa program magister yang membahas tata kelola organisasi yang berkeadilan, profesional, dan inovatif.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau, Syahrial Abdi, mengatakan keterlibatan pemerintah daerah dalam kegiatan akademik merupakan upaya memberikan pengalaman pembelajaran yang lebih kontekstual kepada mahasiswa.

“Alhamdulillah, hari ini kita sebenarnya sedang berkolaborasi. Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) meminta Pemerintah Provinsi Riau untuk berkolaborasi dalam mengisi materi pembelajaran bagi mahasiswa S2,” kata Syahrial di Pekanbaru, Sabtu (17/10/2026).

Menurutnya, keterlibatan praktisi pemerintahan dalam proses pembelajaran dapat membantu mahasiswa memahami penerapan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, baik dalam penyelenggaraan pemerintahan maupun di sektor lainnya.

Ia juga menyoroti meningkatnya minat masyarakat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang magister di UMRI. Dalam kegiatan tersebut, dua program studi, yakni Magister Manajemen Kewirausahaan dan Magister Hukum, mengikuti kuliah umum bersama.

“Bisa kita lihat, minat untuk berkuliah S2 di UMRI terus meningkat. Pada kesempatan kali ini, ada dua program studi magister yang digabung, yaitu Magister Manajemen Kewirausahaan dan Magister Hukum. Mereka ingin Sekda Riau ikut langsung sebagai narasumber dalam kegiatan kuliah ini,” jelasnya.

Syahrial menegaskan, kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi tidak sekadar menghadirkan narasumber dari kalangan birokrasi. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mempelajari pengalaman praktis dalam menghadapi persoalan organisasi dan masyarakat.

“Melalui kolaborasi tersebutlah kami diminta untuk membagikan pengalaman dan praktik langsung. Secara akademik, mahasiswa tentu sudah menguasai teori. Namun, tuntutan produk akademik saat ini tidak hanya menuntut kemampuan akademik semata, melainkan mahasiswa juga harus benar-benar bisa menelaah, memahami, hingga berkontribusi nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, penguasaan teori perlu disertai kemampuan menganalisis kondisi nyata. Mahasiswa diharapkan mampu memahami dinamika organisasi, proses pengambilan keputusan, serta cara menyelesaikan persoalan yang muncul di berbagai sektor.

“Artinya, mereka harus memahami bagaimana praktik di lapangan. Mulai dari dalam organisasi pemerintahan, bisnis, swasta, maupun sektor lainnya,” tutur Syahrial.

Dalam kuliah umum tersebut, Syahrial turut membagikan pengalaman terkait penyelenggaraan pemerintahan daerah, termasuk praktik yang telah dijalankan Pemerintah Provinsi Riau dan pemerintah kabupaten/kota.

Materi yang disampaikan mencakup perspektif manajemen, hukum, bisnis, dan organisasi, serta berbagai tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan tata kelola di tengah perubahan lingkungan strategis.

“Tadi kami telah menyampaikan materi, baik secara teori maupun praktik, yang difokuskan pada pembelajaran mengenai testimoni yang telah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Riau dan Pemerintah Kabupaten/Kota,” tambahnya.

Menurut Syahrial, pengalaman praktik tersebut dapat menjadi bahan pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami bagaimana teori diterapkan dalam situasi nyata. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan tidak hanya mampu memahami konsep, tetapi juga menganalisis persoalan dan merumuskan kontribusi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Ia menambahkan, perkembangan dunia dan perubahan kebijakan menuntut lulusan perguruan tinggi memiliki kemampuan beradaptasi serta memahami persoalan dari berbagai sudut pandang.

“Baik dari perspektif organisasi, hukum, bisnis, hingga tantangan-tantangan masa depan yang akan kita hadapi sesuai dengan perkembangan dunia dan negara kita,” pungkasnya.

Melalui kolaborasi ini, Pemprov Riau dan UMRI diharapkan dapat terus memperkuat hubungan antara dunia akademik dan praktik profesional. Sinergi tersebut juga diharapkan mampu mendorong lahirnya lulusan yang memiliki kompetensi, daya adaptasi, dan kepedulian untuk berkontribusi bagi pembangunan serta masyarakat. (RB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *