HarianUpdate.com | Bengkalis — Penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) di tiga sekolah di Desa Sungai Alam, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, Riau, dilaporkan terhenti sejak 5 Oktober 2026. Hingga Selasa (13/10/2026), distribusi makanan bagi ratusan penerima manfaat tersebut belum kembali berjalan.
Terhentinya penyaluran MBG itu memunculkan dugaan adanya persoalan administrasi atau kesalahan input data pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sungai Alam. Namun, penyebab pasti penghentian distribusi tersebut masih menunggu penjelasan resmi dari pihak terkait.
Tiga sekolah yang terdampak ialah SDN 40 Bengkalis, Madrasah Tsanawiyah (MTs) Ar-Rosyidiyah, dan Madrasah Aliyah (MA) Ar-Rosyidiyah. Informasi mengenai terhentinya penyaluran awalnya diterima dari laporan orang tua murid, kemudian dikonfirmasi kepada pihak sekolah.
Berdasarkan keterangan sejumlah guru, Kepala SPPG Sungai Alam disebut telah menemui Kepala SDN 40 Bengkalis untuk membicarakan persoalan tersebut. Meski demikian, para guru mengaku tidak mengetahui secara terperinci isi pembicaraan maupun hasil pertemuan itu.
“Kami hanya mengetahui ada kesalahan input data,” ujar seorang guru saat ditemui di ruang guru pada Senin (12/10/2026).
Guru tersebut mengaku tidak mengetahui secara pasti bentuk kekeliruan data yang dimaksud maupun kaitannya dengan terhentinya distribusi makanan ke sekolah.
Di SDN 40 Bengkalis saja, program MBG tercatat menyasar 214 penerima manfaat, terdiri atas 191 siswa dan 23 guru. Selama penyaluran terhenti, para penerima manfaat di sekolah tersebut tidak memperoleh pasokan makanan melalui program itu.
Sementara itu, jumlah penerima manfaat di MTs dan MA Ar-Rosyidiyah juga menambah cakupan pihak yang terdampak. Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, total penerima manfaat dari ketiga sekolah tersebut diperkirakan mencapai sekitar 400 orang. Angka keseluruhan tersebut masih perlu dikonfirmasi melalui data resmi masing-masing sekolah dan SPPG.
Terhentinya distribusi selama beberapa hari ini menimbulkan pertanyaan mengenai mekanisme pendataan, proses verifikasi, serta koordinasi antara pihak SPPG, sekolah, dan Badan Gizi Nasional (BGN).
Hingga kini, belum diperoleh penjelasan resmi mengenai jenis kesalahan data yang terjadi, pihak yang bertanggung jawab atas penginputan maupun verifikasi data, serta langkah yang sedang ditempuh untuk memulihkan penyaluran MBG.
Persoalan tersebut menjadi perhatian karena program MBG ditujukan untuk mendukung pemenuhan gizi para penerima manfaat. Karena itu, kejelasan administrasi dan kesinambungan distribusi menjadi aspek penting dalam pelaksanaannya.
Sejumlah wartawan telah berupaya meminta klarifikasi kepada Kepala SPPG Sungai Alam melalui pesan WhatsApp. Pada Selasa (13/10/2026), saat ditemui secara langsung, Kepala SPPG Sungai Alam, Sahrul, menyampaikan bahwa pihaknya masih menunggu jawaban dari BGN pusat.
“Masih menunggu jawaban dari pihak Badan Gizi Nasional (BGN) pusat,” ujarnya singkat ketika dimintai keterangan terkait dugaan persoalan administrasi tersebut.
Sementara itu, Koordinator Kecamatan (Korcam) MBG Kabupaten Bengkalis, berdasarkan konfirmasi melalui WhatsApp kepada media ini, membenarkan bahwa persoalan tersebut telah terjadi sejak 5 Oktober 2026. Keterangan itu sejalan dengan informasi mengenai terhentinya distribusi MBG di tiga sekolah tersebut.
Meski demikian, penjelasan lebih lanjut mengenai penyebab teknis, tahapan penyelesaian, serta perkiraan waktu dimulainya kembali penyaluran masih diperlukan dari pihak yang berwenang.
Media ini juga menyoroti pentingnya evaluasi terhadap proses administrasi dan koordinasi di tingkat SPPG agar persoalan pendataan tidak berlarut-larut hingga berdampak pada penerima manfaat.
Apabila ditemukan pelanggaran administrasi, penanganannya perlu dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan dan ketentuan resmi yang berlaku. Penetapan bentuk pelanggaran maupun sanksi terhadap pengelola tidak dapat disimpulkan sebelum ada verifikasi dan keputusan dari pihak berwenang.
Hingga berita ini diterbitkan, penyaluran MBG untuk ketiga sekolah tersebut masih menunggu tindak lanjut dari BGN pusat, sebagaimana disampaikan pihak SPPG dan informasi yang diperoleh dari Korcam MBG Kabupaten Bengkalis.
Media ini akan terus berupaya memperoleh keterangan tambahan dari BGN serta pihak terkait untuk memastikan penyebab terhentinya distribusi, kejelasan tanggung jawab administrasi, dan kepastian waktu penyaluran kembali bagi para penerima manfaat. (ZA)











