HarianUpdate.com | Pekanbaru — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang berpotensi mengguyur sejumlah wilayah Provinsi Riau pada Kamis (15/10/2026). Hujan diperkirakan terjadi mulai pagi hingga dini hari, dengan sebaran wilayah yang berbeda pada setiap periode.
Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang, terutama di sejumlah wilayah yang masuk dalam peringatan dini BMKG.
Forecaster on Duty BMKG, Putri Santy S., mengatakan hujan ringan pada pagi hari berpeluang terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Bengkalis.
Memasuki siang hingga sore, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diprakirakan mengguyur Kabupaten Siak, Pelalawan, Rokan Hilir, Indragiri Hilir, Kepulauan Meranti, serta Kota Pekanbaru.
Pada malam hari, potensi hujan ringan hingga sedang diperkirakan terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Kampar, Rokan Hulu, dan Rokan Hilir. Sementara menjelang dini hari, hujan ringan berpeluang turun di Kabupaten Bengkalis, Rokan Hilir, dan Kota Dumai.
“BMKG mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang. Kondisi tersebut berpeluang terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Rokan Hulu, Rokan Hilir, dan Indragiri Hilir pada siang atau sore serta malam hari,” ungkap Putri.
Secara umum, suhu udara di Provinsi Riau diprakirakan berkisar antara 23 hingga 33 derajat Celsius, dengan kelembapan udara mencapai 55–99 persen. Angin bertiup dari arah timur hingga selatan dengan kecepatan 10–40 kilometer per jam.
Untuk wilayah perairan, tinggi gelombang laut diprakirakan berkisar 0,5–1,25 meter atau masuk kategori rendah.
“Untuk wilayah perairan, tinggi gelombang laut di Provinsi Riau diprakirakan berkisar 0,5–1,25 meter atau kategori rendah,” imbuhnya.
Di sisi lain, hasil pemantauan hingga Rabu (14/10/2026) pukul 23.00 WIB menunjukkan terdapat empat titik panas atau hotspot di Provinsi Riau. Dua titik terdeteksi di Kabupaten Siak, satu titik di Kabupaten Bengkalis, dan satu titik lainnya di Kota Dumai.
Sementara itu, jumlah hotspot di Pulau Sumatera tercatat mencapai 3.252 titik. Sumatera Selatan menjadi wilayah dengan jumlah terbanyak, yakni 2.456 titik, disusul Jambi sebanyak 352 titik, Kepulauan Bangka Belitung 284 titik, dan Lampung 141 titik.
Adapun Bengkulu tercatat memiliki delapan titik panas. Sumatera Barat dan Sumatera Utara masing-masing mencatat tiga titik, sedangkan Aceh satu titik.
Meski hujan berpotensi turun di sejumlah daerah, masyarakat tetap diminta mewaspadai kondisi udara yang berpotensi tercemar asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Warga diimbau menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan dan membatasi kegiatan di luar rumah apabila kabut asap semakin pekat, terutama untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan.
BMKG juga mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca dan meningkatkan kewaspadaan terhadap hujan lebat yang dapat disertai petir serta angin kencang.
Kewaspadaan diperlukan agar masyarakat dapat mengantisipasi perubahan cuaca, sekaligus mengurangi risiko yang mungkin timbul akibat kondisi cuaca ekstrem maupun paparan asap. (RB)











