HarianUpdate.com | Meranti – Festival Perang Air Cian Cui yang digelar di Jalan Merdeka, Kelurahan Selatpanjang Kota, Kecamatan Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti, berlangsung semarak dan penuh nuansa kebersamaan. Tradisi tahunan ini kembali menjadi ruang ekspresi budaya masyarakat pesisir sekaligus ajang mempererat persaudaraan lintas etnis.
Kegiatan yang digelar bertepatan dengan perayaan Imlek 2026 tersebut tidak hanya diikuti warga keturunan Tionghoa, tetapi juga masyarakat dari berbagai latar belakang yang antusias memeriahkan festival. Warga tampak berkonvoi menggunakan becak motor, sementara sebagian lainnya memadati sisi jalan untuk menyaksikan keseruan saling siram air sebagai ciri khas Cian Cui.
Kapolda Riau Herry Heryawan bersama Wakapolda Riau Hengki Haryadi turut hadir dan berbaur bersama masyarakat dalam festival tersebut.
Kapolda Riau menilai Festival Cian Cui mencerminkan bagaimana sebuah tradisi mampu menyatukan masyarakat dalam harmoni, sekaligus menumbuhkan semangat gotong royong yang selaras dengan alam.
Dalam sambutannya, Herry Heryawan menegaskan bahwa pelestarian budaya harus berjalan seiring dengan kepedulian terhadap lingkungan. Hal ini, menurutnya, relevan dengan kondisi wilayah Kepulauan Meranti yang banyak dikelilingi ekosistem mangrove sebagai benteng alami pesisir.
“Momentum seperti ini mengingatkan kita bahwa menjaga budaya tidak bisa dipisahkan dari menjaga lingkungan. Keduanya adalah jati diri dan sumber kehidupan yang harus kita wariskan kepada generasi mendatang,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Kapolda juga menggaungkan semangat Polda Riau melalui program Green Policing. Program ini menekankan peran kepolisian yang tidak hanya fokus pada penegakan hukum dan keamanan, tetapi juga aktif terlibat dalam perlindungan ekosistem.
Melalui Green Policing, Polda Riau mengajak seluruh elemen masyarakat di Kepulauan Meranti untuk menjadi garda terdepan dalam merawat budaya lokal serta menjaga kekayaan alam, sehingga pariwisata budaya dapat berkembang tanpa merusak lingkungan pesisir.
“Dengan semangat Green Policing, kami mengajak masyarakat merawat budaya, melindungi alam, dan memperkuat kesejahteraan bersama. Inilah wujud komitmen kita untuk melindungi tuah dan menjaga marwah,” tambahnya.
Selain mengikuti rangkaian festival, kehadiran jajaran Polda Riau juga dimanfaatkan untuk mempererat silaturahmi dengan masyarakat setempat menjelang bulan suci Ramadan. Suasana hangat dan kekeluargaan tampak mewarnai seluruh rangkaian kegiatan.
Festival Cian Cui tahun ini menjadi pengingat bahwa di balik keceriaan perang air, tersimpan pesan kuat tentang pentingnya menjaga kedaulatan budaya dan kelestarian alam Kepulauan Meranti agar tetap terpelihara hingga masa mendatang.
Sejumlah pejabat utama Polda Riau turut hadir, di antaranya Kabid Humas Zahwani Pandra Arsyad, Dirkrimum Hasyim Risahondua, Dirpolair Apri Fajar Hermanto, serta Bupati Kepulauan Meranti Asmar, dan unsur Forkopimda lainnya. (SR)











