Politik

Polemik Musrenbang Tualang, DPRD Tegaskan Forum Pembangunan Harus Inklusif

10
×

Polemik Musrenbang Tualang, DPRD Tegaskan Forum Pembangunan Harus Inklusif

Sebarkan artikel ini
Polemik Musrenbang Tualang, DPRD Tegaskan Forum Pembangunan Harus Inklusif
Teks foto: Anggota DPRD Kabupaten Siak dari Fraksi PDI Perjuangan Daerah Pemilihan 3, Marudut Pakpahan. (RK/HUC)

HarianUpdate.com | Siak – Polemik pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Tualang Tahun Anggaran 2027 yang dijadwalkan berlangsung di Masjid Syuhadak, Kampung Maredan, Jumat (27/2/2026), memicu respons politik dari kalangan legislatif.

Anggota DPRD Kabupaten Siak dari Fraksi PDI Perjuangan Daerah Pemilihan 3, Marudut Pakpahan, menyampaikan pernyataan sikap secara terbuka. Ia menegaskan pentingnya menjaga netralitas ruang publik dalam setiap forum perencanaan pembangunan.

“Musrenbang adalah forum resmi perencanaan pembangunan daerah. Itu ruang publik yang bersifat inklusif dan harus dapat diikuti seluruh unsur tanpa sekat apa pun,” tegas Marudut kepada Harianupdate.com, Rabu (25/2/2026).

Ia menilai penggabungan Musrenbang dengan Safari Ramadan serta pelaksanaannya di rumah ibadah berpotensi menimbulkan persepsi yang kurang tepat di tengah masyarakat.

“Kita harus memisahkan antara agenda pemerintahan dan agenda keagamaan. Safari Ramadan silakan dilaksanakan di masjid karena itu bagian dari kegiatan ibadah. Tetapi Musrenbang adalah forum politik anggaran dan perencanaan yang idealnya dilaksanakan di tempat netral,” ujarnya.

Marudut juga menyinggung soal mekanisme undangan kepada anggota DPRD dari daerah pemilihan Tualang yang disebut menyesuaikan dengan rangkaian kegiatan keagamaan.

“Semua anggota DPRD memiliki fungsi pengawasan dan penganggaran. Tidak boleh ada kesan pembatasan partisipasi dalam forum resmi pemerintah. Demokrasi lokal harus dijaga,” katanya.

Ia memastikan persoalan ini akan menjadi perhatian DPRD secara kelembagaan.

“Ini bukan soal pribadi atau agama, tetapi soal prinsip tata kelola pemerintahan yang baik. Kami akan membahasnya agar ke depan tidak terjadi lagi polemik serupa,” tegasnya.

Sementara itu, Camat Tualang Mursal sebelumnya menjelaskan bahwa Musrenbang dirangkaikan dengan Safari Ramadan sehingga dipusatkan di masjid. Ia menyatakan siap mengevaluasi keputusan tersebut apabila dinilai kurang tepat.

“Kalau itu dianggap keliru, saya siap memperbaiki. Tidak ada niat intoleran, ini semata karena rangkaian acara,” ujar Mursal.

Musrenbang sendiri merupakan tahapan strategis dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) yang menghimpun usulan pembangunan dari tingkat kampung hingga kecamatan. Forum tersebut menjadi ruang sinergi antara eksekutif, legislatif, dan masyarakat dalam menentukan prioritas pembangunan tahun anggaran berikutnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada kepastian apakah lokasi pelaksanaan Musrenbang Kecamatan Tualang akan tetap di Masjid Syuhadak atau dipindahkan ke tempat lain. (RK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *