HarianUpdate.com | Bengkalis – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkalis kembali menorehkan prestasi dalam pengelolaan keuangan negara. Dalam ajang Forum Konsultasi Publik (FKP) Tahun 2026 dan Apresiasi Kinerja Pelaksanaan Anggaran Tahun Anggaran 2025 yang digelar oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Dumai, Lapas Bengkalis berhasil meraih tiga penghargaan sekaligus.
Kepala Lapas Kelas IIA Bengkalis, Priyo Tri Laksono, hadir langsung menerima penghargaan tersebut bersama jajaran tim pengelola keuangan pada Rabu (29/4/2026).
Penghargaan tersebut diberikan kepada satuan kerja yang dinilai memiliki kinerja pelaksanaan anggaran terbaik di wilayah kerja KPPN Dumai sepanjang tahun anggaran 2025.
Berdasarkan penilaian, Lapas Bengkalis dinilai konsisten dalam penyerapan anggaran, optimal dalam penggunaan sistem transaksi keuangan berbasis digital melalui Cash Management System Virtual Account (CMS VA), serta mampu mencapai Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) dengan hasil maksimal.
Capaian tertinggi ditunjukkan melalui perolehan nilai IKPA sebesar 100. Nilai tersebut menjadi indikator utama kualitas pelaksanaan anggaran yang mencerminkan ketepatan, kedisiplinan, serta akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan negara.
Adapun tiga penghargaan yang diraih meliputi Terbaik I kategori Satuan Kerja dengan Penyerapan Anggaran Tertinggi, Terbaik II kategori Satuan Kerja dengan Persentase Nilai Transaksi CMS VA Tertinggi, serta penghargaan sebagai satuan kerja dengan Nilai IKPA Terbaik dengan skor sempurna 100.
Priyo Tri Laksono menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran, khususnya tim pengelola keuangan.
“Prestasi ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh jajaran. Nilai IKPA 100 bukan hal yang mudah diraih dan ini menunjukkan komitmen kami dalam menjalankan pengelolaan anggaran secara akuntabel,” ujarnya.
Ia menambahkan, penghargaan tersebut akan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas kinerja dan pelayanan publik ke depan.
“Penghargaan ini bukan hanya bentuk apresiasi, tetapi juga menjadi tanggung jawab bagi kami untuk terus menjaga integritas, profesionalisme, serta meningkatkan kualitas tata kelola lembaga,” tambahnya.
Dengan capaian ini, Lapas Bengkalis menunjukkan bahwa kinerja institusi tidak hanya diukur dari pelaksanaan tugas pembinaan warga binaan, tetapi juga dari kemampuan dalam mengelola anggaran negara secara transparan, efektif, dan bertanggung jawab. (ZA)











