Daerah

Plt Gubri Dorong Sinergi Pusat dan Daerah Demi Capai Target Investasi Riau 2026

6
×

Plt Gubri Dorong Sinergi Pusat dan Daerah Demi Capai Target Investasi Riau 2026

Sebarkan artikel ini
Plt Gubri Dorong Sinergi Pusat dan Daerah Demi Capai Target Investasi Riau 2026
Teks foto: Pelaksana Tugas Gubernur Riau, SF Hariyanto, saat membuka sosialisasi pelaksanaan investasi terpadu bagi PMA dan PMDN melalui pengawasan berbasis risiko di Gedung Menara BRK Syariah, Pekanbaru, Rabu (13/5/2026). RB/HUC

HarianUpdate.com | Pekanbaru – Pelaksana Tugas Gubernur Riau, SF Hariyanto, membuka rangkaian sosialisasi pelaksanaan investasi terpadu bagi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) melalui pengawasan berbasis risiko, Rabu (13/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Menara BRK Syariah tersebut turut dihadiri Staf Ahli Bidang Ekonomi Makro serta Direktur Wilayah I Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Republik Indonesia.

Dalam sambutannya, SF Hariyanto menegaskan bahwa penguatan investasi daerah memerlukan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan para investor guna mencapai target investasi Provinsi Riau tahun 2026 sebesar Rp72,5 triliun.

“Hal ini berjalan seiring dengan upaya memastikan penguatan perekonomian daerah serta investasi di daerah benar-benar terealisasi, tertib, dan memberikan dampak bagi pembangunan daerah,” ujar SF Hariyanto.

Ia mengatakan, dukungan pemerintah pusat sangat dibutuhkan melalui penguatan kebijakan investasi, fasilitasi penyelesaian hambatan usaha, serta sinkronisasi antara pemerintah pusat dan daerah.

“Untuk mencapai target tahunan tersebut, dukungan pemerintah pusat melalui penguatan kebijakan investasi, fasilitasi penyelesaian hambatan usaha, dan sinkronisasi pusat-daerah menjadi sangat penting dalam mendorong percepatan realisasi investasi di Provinsi Riau,” katanya.

SF Hariyanto juga memaparkan perkembangan ekonomi Riau pada Triwulan I Tahun 2026 yang menunjukkan arah transformasi ekonomi semakin kuat ke sektor nonmigas.

“Ekonomi Riau tumbuh 4,89 persen, sementara ekonomi tanpa migas tumbuh lebih tinggi yakni 5,86 persen,” ungkapnya.

Menurutnya, pertumbuhan tersebut menunjukkan sektor industri pengolahan, perkebunan, perdagangan, dan jasa mulai memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

“Hal ini menunjukkan bahwa penguatan sektor industri pengolahan, perkebunan, perdagangan, dan jasa mulai memberikan kontribusi yang semakin besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” tambahnya.

Ia berharap dukungan pemerintah pusat tidak hanya difokuskan pada kawasan investasi yang sudah berkembang, tetapi juga mendorong pengembangan wilayah potensial lainnya di Provinsi Riau agar pertumbuhan ekonomi dapat lebih merata.

“Keberhasilan investasi bukan hanya diukur dari besarnya PMA dan PMDN yang masuk, tetapi bagaimana investasi tersebut mampu membuka lapangan kerja dan meningkatkan kapasitas fiskal daerah,” tegas SF Hariyanto.

Menurutnya, peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) membutuhkan dukungan aktivitas ekonomi yang sehat, legal, serta pelaku usaha yang berkembang secara baik dan berkelanjutan.

“Kalau investasi tumbuh dan teratur, maka dampaknya akan langsung terasa terhadap penguatan PAD daerah, menurunkan rasio gini, dan mampu memberikan efek multiplier bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Riau,” tutupnya. (RB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *