Daerah

Diskes Riau Pastikan Belum Ada Kasus Virus Nipah, Pengawasan Faskes Diperketat

10
×

Diskes Riau Pastikan Belum Ada Kasus Virus Nipah, Pengawasan Faskes Diperketat

Sebarkan artikel ini
Diskes Riau Pastikan Belum Ada Kasus Virus Nipah, Pengawasan Faskes Diperketat
Teks foto: Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Zulkifli, menyampaikan keterangan terkait kesiapsiagaan menghadapi potensi penyebaran Virus Nipah di Provinsi Riau. (RB/HUC)

HarianUpdate.com | Pekanbaru – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Zulkifli, menegaskan bahwa hingga saat ini belum terdapat laporan kasus penularan Virus Nipah di wilayah Provinsi Riau. Meski demikian, jajaran Dinas Kesehatan tetap meningkatkan kewaspadaan dan memperketat pemantauan di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan.

Zulkifli menjelaskan, saat ini kasus Virus Nipah masih ditemukan di luar negeri. Namun, potensi penyebarannya ke Indonesia tetap harus diantisipasi secara serius.

“Kami sudah melakukan sosialisasi awal bersama Polda Riau. Tentu masih diperlukan pendalaman lebih lanjut terkait karakteristik virus ini,” ujarnya kepada Harianupdate.com, Minggu (8/2/2026).

Ia menyampaikan, Dinas Kesehatan Provinsi Riau masih menunggu petunjuk teknis dari pemerintah pusat mengenai tata laksana pencegahan dan penanganan Virus Nipah. Sambil menunggu juknis tersebut, pihaknya menyiapkan langkah-langkah antisipatif.

“Kita sedang mendalami pola penularan serta tata kelola penanganannya. Begitu juknis dari pusat keluar, akan segera kita tindak lanjuti,” kata Zulkifli.

Selain penguatan di fasilitas kesehatan, Zulkifli juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan penerapan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), terlebih memasuki masa peralihan musim.

“Masyarakat kami minta tetap waspada, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, mengonsumsi makanan bergizi, rutin berolahraga, serta memperhatikan kondisi kesehatan,” imbaunya.

Sebagai informasi, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah menerbitkan Surat Edaran Nomor HK.02.02/C/445/2026 tentang Kewaspadaan Terhadap Penyakit Virus Nipah sebagai langkah meningkatkan kesiapsiagaan nasional.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, Murti Utami, menjelaskan bahwa Virus Nipah merupakan penyakit zoonotik emerging yang disebabkan oleh virus dari genus Henipavirus, famili Paramyxoviridae.

Virus ini memiliki reservoir alami pada kelelawar buah (Pteropus sp.) dan dapat menular ke manusia melalui kontak langsung dengan hewan terinfeksi, hewan perantara seperti babi, atau konsumsi makanan dan minuman yang terkontaminasi, termasuk buah serta nira.

Selain penularan dari hewan ke manusia, Virus Nipah juga dapat menyebar antarmanusia melalui kontak erat dengan penderita, terutama paparan cairan tubuh.

Masa inkubasi Virus Nipah berkisar antara 4 hingga 14 hari. Gejala awal dapat berupa demam, sakit kepala, batuk, nyeri tenggorokan, nyeri otot, muntah, hingga sesak napas. Pada kondisi berat, infeksi dapat berkembang menjadi peradangan otak (ensefalitis) yang berpotensi menyebabkan gangguan kesadaran hingga kematian. (RB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *