Daerah

Ekonomi Dharmasraya Melaju, Mayoritas Indikator 2025 Lampaui Rata-Rata Sumbar

13
×

Ekonomi Dharmasraya Melaju, Mayoritas Indikator 2025 Lampaui Rata-Rata Sumbar

Sebarkan artikel ini
Teks foto: Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani mengikuti Musrenbang RKPD Tahun 2027 di Pulau Punjung bersama jajaran Pemprov Sumbar. (BR/HUC)

HarianUpdate.com | Dharmasraya – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memberikan apresiasi terhadap capaian pembangunan Kabupaten Dharmasraya dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2027 yang digelar di Pulau Punjung, Senin (6/4/2026).

Apresiasi tersebut disampaikan Asisten Administrasi Umum Setdaprov Sumbar, Medi Iswandi. Ia menilai, capaian pembangunan makro Dharmasraya sepanjang tahun 2025 menunjukkan perkembangan signifikan dan layak mendapat perhatian.

“Dalam kurun waktu satu tahun, Dharmasraya berhasil menunjukkan perbaikan yang cukup besar dan mampu melampaui rata-rata capaian kabupaten/kota di Sumatera Barat pada sebagian besar indikator makro pembangunan,” ujar Medi.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada tahun 2024 masih terdapat beberapa indikator pembangunan Dharmasraya yang berada di bawah rata-rata provinsi. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tercatat sebesar 6,02 persen, lebih tinggi dibanding rata-rata provinsi sekitar 5,62 persen.

Selain itu, pertumbuhan ekonomi Dharmasraya saat itu berada di angka 3,86 persen atau masih di bawah rata-rata provinsi sebesar 4,36 persen. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga tercatat 74,82, masih tertinggal dari capaian provinsi sebesar 76,43.

Namun demikian, beberapa indikator lainnya sudah menunjukkan kondisi lebih baik, seperti tingkat kemiskinan sebesar 5,32 persen yang lebih rendah dibanding rata-rata provinsi sekitar 5,42 persen, serta pendapatan per kapita Rp58,71 juta yang sedikit lebih tinggi dari rata-rata provinsi Rp57,05 juta.

Dalam Setahun, Dharmasraya Berbalik Unggul

Memasuki tahun 2025, Dharmasraya dinilai berhasil mencatat perubahan signifikan. Medi menyebut lima indikator utama pembangunan daerah kini telah melampaui rata-rata provinsi.

“Tingkat kemiskinan berhasil ditekan menjadi 4,61 persen atau lebih rendah dibanding provinsi sekitar 5,31 persen. Pengangguran juga turun menjadi 5,51 persen dan kini lebih baik dari rata-rata provinsi,” jelasnya.

Ia menambahkan, pertumbuhan ekonomi Dharmasraya tahun 2025 mencapai 3,79 persen, melampaui capaian provinsi sebesar 3,37 persen. Sementara pendapatan per kapita meningkat menjadi Rp62 juta.

Menurut Medi, satu-satunya indikator yang masih menjadi perhatian adalah IPM. Meski meningkat menjadi 75,70, angka tersebut masih berada di bawah rata-rata provinsi sebesar 77,27.

“Secara keseluruhan, ini menunjukkan transformasi pembangunan yang cukup besar. Dharmasraya berhasil berbalik menjadi daerah yang lebih kompetitif secara makro,” katanya.

Ia juga menilai capaian tersebut cukup menonjol dibanding sejumlah daerah lain di Sumatera Barat yang pada 2025 cenderung mengalami perlambatan pembangunan akibat berbagai faktor, termasuk dampak bencana.

Memasuki tahun 2025, Dharmasraya dinilai berhasil mencatat perubahan signifikan. Medi menyebut lima indikator utama pembangunan daerah kini telah melampaui rata-rata provinsi.

“Tingkat kemiskinan berhasil ditekan menjadi 4,61 persen atau lebih rendah dibanding provinsi sekitar 5,31 persen. Pengangguran juga turun menjadi 5,51 persen dan kini lebih baik dari rata-rata provinsi,” jelasnya.

Ia menambahkan, pertumbuhan ekonomi Dharmasraya tahun 2025 mencapai 3,79 persen, melampaui capaian provinsi sebesar 3,37 persen. Sementara pendapatan per kapita meningkat menjadi Rp62 juta.

Menurut Medi, satu-satunya indikator yang masih menjadi perhatian adalah IPM. Meski meningkat menjadi 75,70, angka tersebut masih berada di bawah rata-rata provinsi sebesar 77,27.

“Secara keseluruhan, ini menunjukkan transformasi pembangunan yang cukup besar. Dharmasraya berhasil berbalik menjadi daerah yang lebih kompetitif secara makro,” katanya.

Ia juga menilai capaian tersebut cukup menonjol dibanding sejumlah daerah lain di Sumatera Barat yang pada 2025 cenderung mengalami perlambatan pembangunan akibat berbagai faktor, termasuk dampak bencana.

Bupati Annisa Siapkan Strategi 2027

Sementara itu, Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung peningkatan capaian pembangunan daerah sepanjang tahun 2025.

“Capaian ini merupakan hasil kolaborasi semua pihak. Meski dihadapkan pada tekanan fiskal, kita tetap mampu menjaga tren pembangunan dan meningkatkan PAD daerah,” ujar Annisa.

Ia mengungkapkan, hasil Musrenbang RKPD menunjukkan kebutuhan pembangunan Dharmasraya tahun 2027 mencapai sekitar Rp2 triliun. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp313,95 miliar berasal dari 231 usulan prioritas yang didominasi sektor infrastruktur.

Di sisi lain, kemampuan APBD daerah masih terbatas dengan rasio PAD sekitar 14,17 persen. Selain itu, beban belanja pegawai pada tahun 2025 masih mencapai sekitar 58 persen atau jauh di atas rasio ideal 30 persen.

Untuk menghadapi tantangan tersebut, Pemkab Dharmasraya menyiapkan sejumlah strategi utama, di antaranya optimalisasi PAD dari sektor pertambangan dan perkebunan, penguatan BUMD sektor pangan dan sawit, peningkatan investasi sektor riil, serta penguatan kolaborasi dengan pemerintah pusat, provinsi, dan sektor swasta.

“Kami optimistis tren positif pembangunan ini dapat terus dijaga melalui penguatan ekonomi daerah dan peningkatan kualitas sumber daya manusia,” tegas Annisa. (BR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *