Daerah

HUT ke-27 Simeulue, Organda Keluhkan Minimnya Undangan Resmi ke Kegiatan Pemerintah

×

HUT ke-27 Simeulue, Organda Keluhkan Minimnya Undangan Resmi ke Kegiatan Pemerintah

Sebarkan artikel ini
Teks foto: Ketua DPC Organda Kabupaten Simeulue, Ricki. (HD/HUC)

HarianUpdate.com | Simeulue — Peringatan Hari Jadi ke-27 Kabupaten Simeulue tahun 2026 menjadi momentum refleksi perjalanan pembangunan daerah. Namun, di tengah perayaan tersebut, Dewan Pimpinan Cabang Organisasi Angkutan Darat (DPC Organda) Kabupaten Simeulue menyoroti minimnya undangan resmi yang mereka terima dalam sejumlah kegiatan besar pemerintahan.

Ketua DPC Organda Simeulue, Ricki, menyampaikan ucapan selamat atas hari jadi kabupaten tersebut. Pada saat yang sama, ia mengungkapkan harapannya agar pemerintah daerah dan panitia penyelenggara kegiatan memperkuat komunikasi serta pelibatan organisasi yang memiliki keterkaitan dengan pembangunan daerah.

Menurut Ricki, undangan resmi bukan sekadar persoalan administratif atau formalitas protokoler. Lebih dari itu, undangan merupakan bentuk penghargaan terhadap keberadaan organisasi sekaligus sarana membangun hubungan kelembagaan yang baik.

“Undangan itu sebuah formalitas, tetapi sangat penting bagi kami di Organda. Organisasi kami melekat dengan Dinas Perhubungan dan memiliki keterkaitan dengan pemerintah daerah,” tegas Ricki melalui pesan singkat yang diterima media ini, Rabu (14/10/2026).

Ia mengungkapkan, berdasarkan pengamatannya, sejumlah kegiatan besar telah dilaksanakan di Kabupaten Simeulue. Namun, pihaknya merasa belum memperoleh undangan resmi dalam sejumlah kegiatan tersebut.

Sorotan yang disampaikan Organda menjadi pengingat pentingnya komunikasi dan koordinasi antarlembaga dalam penyelenggaraan kegiatan pemerintahan. Selain memastikan kegiatan berlangsung dengan baik, panitia juga perlu memperhatikan keterlibatan pemangku kepentingan secara proporsional.

Sebagai organisasi yang bergerak di bidang angkutan darat, Organda memiliki keterkaitan dengan sektor perhubungan. Karena itu, komunikasi antara pemerintah daerah, Dinas Perhubungan, dan Organda dinilai penting untuk mendukung koordinasi serta pengembangan kebijakan transportasi yang berpihak pada kepentingan masyarakat.

Ricki berharap organisasi yang memiliki hubungan dengan sektor pembangunan daerah tidak hanya dilibatkan ketika dibutuhkan secara fungsional, tetapi juga memperoleh ruang komunikasi yang memadai dalam membangun sinergi dengan pemerintah.

Meski demikian, persoalan undangan tersebut perlu mendapat penjelasan dari pihak terkait. Klarifikasi panitia penyelenggara dan Pemerintah Kabupaten Simeulue diperlukan untuk mengetahui mekanisme distribusi undangan serta penyebab Organda merasa belum dilibatkan dalam sejumlah kegiatan.

Kejelasan tersebut penting agar persoalan komunikasi kelembagaan dapat diselesaikan secara terbuka dan tidak berkembang menjadi kesalahpahaman berkepanjangan.

Ricki berharap, ke depan panitia kegiatan pemerintahan di Kabupaten Simeulue dapat meningkatkan pendataan dan pemetaan pemangku kepentingan, termasuk organisasi profesi serta organisasi yang memiliki keterkaitan dengan perangkat daerah teknis.

Menurutnya, koordinasi yang baik akan membantu menciptakan hubungan kelembagaan yang harmonis, memperluas partisipasi, serta menghindari munculnya kesan bahwa organisasi tertentu terabaikan dalam agenda pemerintahan.

Di tengah peringatan Hari Jadi ke-27 Kabupaten Simeulue, ia berharap kritik tersebut dapat menjadi masukan konstruktif untuk memperbaiki tata kelola komunikasi publik dan hubungan antara pemerintah dengan berbagai organisasi di daerah.

“Harapan kami, ke depan sinergi antara Organda, Dinas Perhubungan, dan Pemerintah Kabupaten Simeulue semakin baik. Kami ingin menjadi bagian dari kebersamaan dalam mendukung kemajuan daerah,” tutupnya.

DPC Organda Simeulue tetap menyampaikan selamat Hari Jadi ke-27 Kabupaten Simeulue tahun 2026. Ricki berharap, pertambahan usia kabupaten tersebut tidak hanya dirayakan melalui kegiatan seremonial, tetapi juga diikuti peningkatan kualitas pelayanan pemerintahan, penguatan partisipasi publik, serta komitmen merangkul berbagai elemen masyarakat secara adil dan proporsional.

Menurutnya, keberhasilan sebuah perayaan daerah tidak hanya terlihat dari kemeriahan acara, tetapi juga dari sejauh mana kebersamaan dibangun dan ruang partisipasi dibuka bagi berbagai elemen untuk berkontribusi terhadap kemajuan daerah. (HD)

Penulis: HardaniEditor: Bobi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *