Daerah

RSUD Jombang Perkuat Layanan dan Fasilitas untuk Percepat Eliminasi TBC

8
×

RSUD Jombang Perkuat Layanan dan Fasilitas untuk Percepat Eliminasi TBC

Sebarkan artikel ini
Teks foto: Direktur RSUD Jombang, dr. Puji Umbaran. (NN/HUC)

HarianUpdate.com | Jombang – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jombang terus memperkuat pelayanan dan fasilitas kesehatan sebagai bagian dari upaya mendukung percepatan eliminasi Tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Jombang. Selain meningkatkan kualitas layanan, rumah sakit juga menekankan pentingnya kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan hingga tuntas guna mencegah terjadinya Tuberkulosis Resisten Obat (TBC-RO).

Direktur RSUD Jombang, dr. Puji Umbaran, mengatakan keberhasilan program eliminasi TBC tidak hanya bergantung pada pelayanan medis yang diberikan tenaga kesehatan, tetapi juga pada kedisiplinan pasien dalam mengikuti seluruh tahapan pengobatan sesuai anjuran.

“Program Directly Observed Treatment Short-course (DOTS) menjadi salah satu kunci dalam pengendalian TBC. Pasien harus menjalani pengobatan dengan pengawasan hingga dinyatakan sembuh agar tidak terjadi putus obat,” ujar dr. Puji Umbaran saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (13/7/2026).

Menurutnya, tantangan terbesar dalam penanggulangan TBC saat ini bukan hanya menemukan kasus baru, tetapi memastikan setiap pasien menyelesaikan terapi yang berlangsung selama beberapa bulan.

Ia menjelaskan, pasien yang menghentikan pengobatan sebelum waktunya berisiko mengalami TBC Resisten Obat (TBC-RO), yaitu kondisi ketika bakteri penyebab TBC tidak lagi mempan terhadap obat standar sehingga membutuhkan penanganan yang lebih kompleks.

“Ketidakpatuhan menjalani pengobatan dapat menyebabkan TBC Resisten Obat. Penanganannya jauh lebih sulit, membutuhkan waktu lebih lama, serta biaya yang lebih besar dibandingkan TBC biasa,” jelasnya.

Sebagai rumah sakit rujukan, RSUD Jombang juga terus memperkuat langkah pencegahan penularan melalui pelacakan kontak (contact tracing) bersama Dinas Kesehatan. Upaya tersebut dilakukan terhadap anggota keluarga maupun orang yang memiliki kontak erat dengan pasien, mengingat bakteri Mycobacterium tuberculosis dapat menyebar melalui percikan dahak (droplet) saat penderita batuk, bersin, atau berbicara.

Selain itu, RSUD Jombang telah melakukan berbagai pembenahan fasilitas pelayanan, di antaranya menyediakan poli khusus TBC yang terpisah dari layanan umum, ruang tunggu dengan ventilasi terbuka untuk memperlancar sirkulasi udara, serta meningkatkan standar sterilisasi dan pengaturan alur pasien sesuai pedoman Kementerian Kesehatan.

Dalam waktu dekat, RSUD Jombang juga akan mengoperasikan alat rontgen portabel yang diperoleh melalui program kemitraan dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Peralatan tersebut akan dimanfaatkan untuk mendukung skrining massal dan deteksi dini TBC secara langsung di masyarakat.

dr. Puji menambahkan, edukasi kepada masyarakat menjadi salah satu aspek penting dalam percepatan eliminasi TBC. Menurutnya, penyampaian informasi mengenai gejala, cara pencegahan, serta pentingnya menjalani pengobatan hingga selesai perlu dilakukan secara berkelanjutan agar stigma terhadap penderita TBC dapat dikurangi.

“Kolaborasi antara RSUD, puskesmas, Dinas Kesehatan, kader kesehatan, serta masyarakat menjadi modal utama untuk mempercepat pencapaian target eliminasi TBC, khususnya di Kabupaten Jombang,” pungkasnya. (NN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *