HarianUpdate.com | Pekanbaru – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Universitas Lancang Kuning (AMPUN) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Rektorat Universitas Lancang Kuning (Unilak), Selasa (28/4/2026).
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk penyampaian aspirasi mahasiswa terkait sejumlah kebijakan kampus yang dinilai belum transparan, khususnya dalam aspek pengelolaan keuangan dan pembangunan fasilitas.
Koordinator lapangan aksi, Ahmad Nasir Harahap, menegaskan bahwa mahasiswa mendesak pihak rektorat untuk membuka secara rinci komponen biaya wisuda, termasuk harga baju toga yang dianggap tidak wajar.
“Kami meminta pihak rektorat menjelaskan secara terbuka dan akuntabel terkait komponen biaya wisuda, termasuk dasar penetapan harga toga yang dinilai tidak sesuai standar,” ujar Nasir kepada awak media di lokasi aksi.
Selain persoalan wisuda, AMPUN juga menyoroti sejumlah kebijakan dan proyek kampus lainnya. Mahasiswa mendesak transparansi anggaran pembangunan turap yang disebut telah beberapa kali mengalami kerusakan.
“Kami meminta dilakukan audit terhadap proyek turap tersebut, sekaligus evaluasi terhadap pihak pelaksana karena kualitasnya dipertanyakan,” lanjutnya.
Mahasiswa juga menuntut penjelasan resmi terkait kenaikan uang SPP pada tahun 2025 yang dinilai cukup signifikan tanpa sosialisasi yang memadai kepada mahasiswa.
Tak hanya itu, pembangunan gedung serbaguna yang disebut menelan anggaran sekitar Rp10 miliar turut menjadi sorotan. AMPUN meminta pihak kampus membuka rincian anggaran serta mekanisme penunjukan vendor proyek tersebut.
Jenderal Lapangan aksi, Willy Robinson, menyatakan pihaknya berharap Rektor Unilak dapat menemui massa aksi untuk memberikan klarifikasi secara langsung. Namun, hingga aksi berlangsung, pihak rektorat belum memberikan tanggapan di lokasi.
“Kami berharap rektor bisa menemui kami hari ini. Jika tidak ada tanggapan, kami akan melanjutkan aksi jilid II saat pelaksanaan wisuda di Labersa dengan jumlah massa yang lebih besar,” tegas Willy.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Rektorat Universitas Lancang Kuning belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan yang disampaikan oleh mahasiswa. (IR)











