HarianUpdate.com | Pekanbaru – Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau memastikan sebanyak 76 Sekolah Menengah Atas (SMA) di berbagai kabupaten dan kota se-Provinsi Riau menerima program revitalisasi dari Kementerian Pendidikan Republik Indonesia. Program tersebut dibiayai langsung melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai bagian dari upaya pemerintah pusat meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan menengah.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau melalui Kepala Bidang Sekolah Menengah Atas (SMA), Dr. Nasrol Akmal, M.Ed, menyampaikan bahwa bantuan revitalisasi ini merupakan salah satu program strategis nasional yang menyasar sekolah-sekolah dengan kondisi bangunan dan fasilitas yang membutuhkan perbaikan maupun peningkatan.
“Alhamdulillah, Provinsi Riau mendapatkan kepercayaan dari pemerintah pusat berupa program revitalisasi untuk 76 SMA. Seluruh pembiayaan bersumber dari APBN, sehingga ini sangat membantu daerah dalam mempercepat peningkatan kualitas infrastruktur pendidikan,” ujar Nasrol kepada Harianupdate.com saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (4/2/2026).
Nasrol menjelaskan, bentuk revitalisasi yang diberikan cukup beragam, mulai dari rehabilitasi ruang kelas, pembangunan dan perbaikan laboratorium, perpustakaan, ruang praktik, hingga sarana pendukung lain seperti sanitasi sekolah dan fasilitas penunjang keselamatan.
Menurutnya, pemilihan sekolah penerima bantuan dilakukan berdasarkan hasil verifikasi dan validasi data oleh kementerian, dengan mempertimbangkan kondisi fisik bangunan, jumlah peserta didik, serta tingkat urgensi kebutuhan.
“Sekolah-sekolah yang diusulkan sebelumnya telah melalui proses penilaian. Yang diprioritaskan adalah sekolah dengan tingkat kerusakan sedang hingga berat, serta sekolah yang memiliki peran strategis dalam melayani kebutuhan pendidikan di wilayahnya,” jelasnya.
Lebih lanjut, Nasrol menegaskan bahwa Disdik Provinsi Riau memiliki peran penting dalam melakukan pendampingan dan pengawasan terhadap pelaksanaan program agar berjalan sesuai aturan dan spesifikasi teknis.
“Kami di provinsi bertugas melakukan monitoring, evaluasi, serta memastikan seluruh tahapan pelaksanaan sesuai juknis dari kementerian. Transparansi dan akuntabilitas menjadi prinsip utama,” katanya.
Ia juga mengingatkan pihak sekolah penerima bantuan untuk memanfaatkan program tersebut secara bertanggung jawab, mulai dari tahap perencanaan hingga pelaporan.
“Kami minta kepala sekolah dan tim pelaksana benar-benar menjalankan program ini dengan baik, tepat waktu, dan sesuai ketentuan, karena ini menyangkut kepentingan peserta didik dan masa depan pendidikan di Riau,” tegas Nasrol.
Nasrol berharap, melalui program revitalisasi ini, kualitas lingkungan belajar di SMA semakin meningkat sehingga mampu mendukung proses pembelajaran yang lebih efektif, aman, dan nyaman.
“Pada akhirnya, yang kita inginkan adalah peningkatan mutu lulusan. Sarana dan prasarana yang memadai akan sangat berpengaruh terhadap kualitas proses belajar mengajar,” ujarnya.
Disdik Provinsi Riau juga berkomitmen untuk terus mengusulkan sekolah-sekolah lain yang masih membutuhkan perhatian pada tahun-tahun berikutnya, agar pemerataan kualitas pendidikan di seluruh wilayah Riau dapat terwujud secara berkelanjutan. (RB)











