Pendidikan

Momentum Hardiknas, IWO Lahat Dorong Profesionalisme Jurnalis

8
×

Momentum Hardiknas, IWO Lahat Dorong Profesionalisme Jurnalis

Sebarkan artikel ini
Teks foto: Ketua IWO Lahat, Daud. (HR/HUC)

HarianUpdate.com | Lahat – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei 2026 menjadi momentum untuk menegaskan peran strategis pers dalam mendukung kemajuan pendidikan di era digital.

Selain sebagai penyampai informasi, pers dinilai memiliki tanggung jawab sebagai agen edukasi publik yang turut mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pemberitaan yang akurat, berimbang, dan mendalam.

Gagasan Ki Hadjar Dewantara yang menempatkan pendidikan sebagai proses menuntun manusia menuju kemerdekaan berpikir dinilai masih relevan dengan fungsi pers saat ini. Media memiliki peran dalam memperluas akses pengetahuan sekaligus mendorong terciptanya sistem pendidikan yang lebih adil dan berkualitas.

Di tengah derasnya arus informasi digital, profesionalisme menjadi kunci agar pers tidak terjebak pada praktik sensasionalisme maupun penyebaran informasi yang belum terverifikasi.

Penguatan kapasitas insan pers juga dinilai tidak lepas dari peran organisasi profesi seperti Persatuan Wartawan Indonesia, Aliansi Jurnalis Independen, serta Ikatan Wartawan Online yang terus mendorong peningkatan kualitas melalui pelatihan, uji kompetensi, dan pendidikan berkelanjutan.

Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Lahat, Daud, menegaskan bahwa momentum Hardiknas harus dimaknai sebagai panggilan bagi insan pers untuk meningkatkan kualitas sekaligus berkontribusi nyata dalam dunia pendidikan.

“Pers tidak hanya berfungsi menyampaikan informasi, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral sebagai pendidik publik. Karena itu, profesionalisme dan integritas harus menjadi fondasi utama dalam setiap produk jurnalistik,” ujarnya, Sabtu (2/5/2026).

Ia juga menekankan pentingnya pembinaan berkelanjutan bagi jurnalis agar mampu mengikuti perkembangan zaman.

“IWO terus mendorong peningkatan kapasitas anggota melalui pelatihan dan pendidikan jurnalistik yang berkelanjutan. Ini penting agar insan pers mampu menghadirkan informasi yang berkualitas, mencerahkan, dan mendidik masyarakat,” tambahnya.

Selain itu, pers juga memiliki fungsi kontrol sosial dalam mengawal kebijakan pendidikan, mulai dari isu akses pendidikan, kualitas tenaga pengajar, hingga transparansi anggaran.

Menurut Daud, pers yang profesional akan menjadi mitra strategis dalam mendorong kemajuan pendidikan nasional.

“Kalau persnya baik, maka informasi yang sampai ke masyarakat juga berkualitas. Dari situlah lahir kesadaran kolektif untuk memajukan pendidikan,” tegasnya.

Momentum Hardiknas 2026 diharapkan menjadi pengingat bahwa tanggung jawab mencerdaskan bangsa tidak hanya berada di tangan pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat, termasuk pers. (HR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *