HarianUpdate.com | Dumai – Ketua Komisi I DPRD Provinsi Riau, Nur Azmi Hasyim, melakukan peninjauan langsung ke Pelabuhan Roro Dumai–Rupat, Minggu (15/3/2026), guna melihat kondisi antrean kendaraan serta kesiapan layanan penyeberangan menjelang arus mudik.
Peninjauan tersebut dilakukan menyusul adanya laporan masyarakat terkait antrean kendaraan yang cukup panjang di area pelabuhan.
Dalam kunjungannya, Nur Azmi Hasyim meninjau area parkir antrean kendaraan roda dua, roda empat, hingga kendaraan angkutan barang yang menunggu giliran naik ke kapal.
Ia juga menggelar pertemuan dengan Kepala UPT Pengelolaan Perhubungan Wilayah I, Henri Mardani, untuk mendapatkan penjelasan terkait kondisi operasional penyeberangan.
“Kami menerima laporan dari masyarakat terkait antrean kendaraan yang cukup panjang di Pelabuhan Roro Dumai–Rupat. Karena itu, kami turun langsung untuk memastikan kondisi di lapangan sekaligus mencari solusi agar pelayanan lebih lancar menjelang arus mudik,” ujar Nur Azmi Hasyim.
Sementara itu, Henri Mardani menjelaskan bahwa keterbatasan armada menjadi salah satu penyebab utama terjadinya antrean kendaraan.
“Seharusnya terdapat tiga kapal yang beroperasi dan satu kapal dalam kondisi siaga. Namun, satu kapal tidak dapat beroperasi karena izin berlayarnya telah habis. Saat ini hanya dua kapal yang melayani penyeberangan, sehingga kapasitas angkut menjadi terbatas,” jelasnya.
Menanggapi hal tersebut, Nur Azmi Hasyim mendorong Dinas Perhubungan Provinsi Riau untuk mencari solusi penambahan armada kapal.
“Kami mendorong agar ada upaya penambahan armada, termasuk kemungkinan meminjam kapal roro dari daerah lain, seperti yang pernah dilakukan sebelumnya,” ujarnya.
Selain itu, ia juga mengusulkan penambahan frekuensi perjalanan (trip) pada lintasan Dumai–Rupat, khususnya pada jam-jam dengan volume kendaraan tinggi.
“Dengan penambahan trip, proses bongkar muat kendaraan bisa lebih cepat sehingga antrean dapat segera terurai,” tambahnya.
Ia juga menyoroti pentingnya optimalisasi fasilitas di kawasan pelabuhan, seperti ruang tunggu penumpang, untuk memberikan kenyamanan bagi masyarakat.
“Fasilitas yang ada harus dimanfaatkan secara maksimal agar masyarakat yang menunggu antrean tetap merasa nyaman,” katanya.
Menutup pertemuan tersebut, pihak Dinas Perhubungan Provinsi Riau menyatakan akan menambah trip pelayaran pada lintasan Dumai–Rupat serta berupaya mengajukan permohonan bantuan armada kapal.
“Kami akan menambah frekuensi pelayaran dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah terkait kemungkinan penambahan armada untuk mengurai antrean kendaraan,” ujar perwakilan Dinas Perhubungan.
Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kelancaran layanan penyeberangan, terutama menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat pada arus mudik tahun 2026. (IR)
Advetorial











