Daerah

Pemkab Inhil Gelar Apel Siaga Karhutla 2026, Kapolres Sosialisasikan Green Policing

12
×

Pemkab Inhil Gelar Apel Siaga Karhutla 2026, Kapolres Sosialisasikan Green Policing

Sebarkan artikel ini
Teks foto: Bupati Indragiri Hilir H. Herman bersama Kapolres Inhil AKBP Farouk Oktora dan unsur Forkopimda mengikuti Apel Siaga Darurat Penanggulangan Karhutla Tahun 2026. (GM/HUC)

HarianUpdate.com | Inhil – Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir menggelar Apel Siaga Darurat Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026 di Lapangan Upacara Kantor Bupati Indragiri Hilir, Kamis (21/5/2026) pagi.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Indragiri Hilir H. Herman, SE., MT., sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Indragiri Hilir.

Apel siaga dihadiri unsur Forkopimda, TNI-Polri, OPD, BPBD, Basarnas, Manggala Agni, para camat, perusahaan perkebunan dan kehutanan, hingga relawan penanggulangan bencana.

Turut hadir Kapolres Indragiri Hilir AKBP Farouk Oktora, S.H., S.I.K., Dandim 0314/Inhil Letkol Arm. Wahib Mustofa Fathurrahman, M.Han., serta sejumlah pejabat daerah lainnya.

Dalam amanatnya, Bupati Herman menyampaikan bahwa pelaksanaan apel siaga merupakan tindak lanjut dari Keputusan Gubernur Riau Nomor KPTS.102/II/2026 tentang Penetapan Status Siaga Darurat Karhutla Provinsi Riau Tahun 2026.

Ia menegaskan bahwa Kabupaten Indragiri Hilir memiliki tingkat kerawanan Karhutla yang cukup tinggi akibat luasnya kawasan gambut, terutama saat musim kemarau dan diperparah fenomena Super El Nino yang memicu kekeringan ekstrem.

“Karhutla memberikan dampak besar terhadap lingkungan, kesehatan, ekonomi, pendidikan hingga transportasi. Oleh sebab itu, pencegahan harus menjadi prioritas utama melalui patroli terpadu, deteksi dini, koordinasi lintas sektor, serta sosialisasi kepada masyarakat,” ujar Bupati Herman.

Berdasarkan data yang disampaikan, luas kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Indragiri Hilir menunjukkan tren penurunan dalam tiga tahun terakhir.

Pada tahun 2023 tercatat kebakaran seluas 340,75 hektare dengan 692 titik api, tahun 2024 menurun menjadi 254,3 hektare dengan 534 titik api, dan tahun 2025 kembali turun menjadi 166,6 hektare dengan 304 titik api.

Namun hingga Mei 2026, telah terjadi kebakaran seluas 179,4 hektare dengan 542 titik api, di mana Kecamatan Gaung menjadi wilayah dengan titik api terbanyak.

Usai apel siaga, kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan sarana dan prasarana penanggulangan Karhutla oleh Bupati bersama unsur Forkopimda, foto bersama, penyerahan maklumat larangan pembakaran hutan dan lahan oleh Kapolres Indragiri Hilir, serta penyerahan bibit pohon dalam program Green Policing.

Kapolres Indragiri Hilir AKBP Farouk Oktora melalui kegiatan tersebut turut mensosialisasikan program Green Policing sebagai langkah preventif dan edukatif guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah Karhutla.

“Apel Siaga Karhutla ini merupakan bentuk kesiapan dan keseriusan kita bersama dalam mengantisipasi serta mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Indragiri Hilir. Pencegahan menjadi langkah utama yang harus kita kedepankan agar bencana asap tidak kembali terjadi dan merugikan masyarakat,” ujar AKBP Farouk Oktora.

Ia menegaskan bahwa Polres Indragiri Hilir akan terus meningkatkan patroli terpadu, sosialisasi, serta penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan.

Menurutnya, kesadaran masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga lingkungan dan mencegah Karhutla.

“Melalui program Green Policing, kami ingin mengajak seluruh masyarakat untuk lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan. Menjaga alam adalah tanggung jawab bersama demi masa depan generasi mendatang,” tambahnya.

Kapolres juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran.

“Kami mengajak seluruh masyarakat, perusahaan, dan unsur terkait untuk bersama-sama menjaga Kabupaten Indragiri Hilir tetap aman dari Karhutla. Jangan membuka lahan dengan cara membakar karena selain merusak lingkungan juga memiliki konsekuensi hukum,” tegasnya.

Apel siaga tersebut melibatkan personel gabungan dari Kodim 0314/Inhil, Polres Inhil, BPBD, Satpol PP, Dinas Pemadam Kebakaran, DLHP, Tagana, Basarnas, Manggala Agni, serta sejumlah perusahaan di Kabupaten Indragiri Hilir.

Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif hingga selesai. Pemerintah daerah berharap sinergi seluruh elemen masyarakat dapat terus diperkuat guna mencegah terjadinya Karhutla dan bencana kabut asap di Kabupaten Indragiri Hilir. (GM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *