Peristiwa

Proyek Rehabilitasi MAN 1 Siak Bernilai Miliaran Disorot, Sejumlah Temuan Lapangan Dipertanyakan

11
×

Proyek Rehabilitasi MAN 1 Siak Bernilai Miliaran Disorot, Sejumlah Temuan Lapangan Dipertanyakan

Sebarkan artikel ini
Teks foto: Kondisi terkini lantai bangunan yang baru selesai dikerjakan. (WL/HUC)

HarianUpdate.com | Pekanbaru – Proyek rehabilitasi dan renovasi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Siak yang dibiayai melalui APBN Tahun Anggaran 2025 menjadi sorotan setelah investigasi lapangan menemukan sejumlah kondisi fisik bangunan yang memunculkan pertanyaan mengenai mutu hasil pekerjaan. Padahal, proyek yang merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Provinsi Riau 1 itu telah dinyatakan selesai dilaksanakan.

Penelusuran di lokasi, proyek menemukan sejumlah pekerjaan yang diduga belum memberikan hasil sebagaimana diharapkan. Di antaranya cat dinding yang mulai mengelupas, plafon yang tampak longgar di beberapa titik, fasilitas toilet yang belum berfungsi optimal, kerusakan lantai, serta kondisi atap pada bagian belakang bangunan yang terlihat mengalami kerusakan. Temuan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kualitas pelaksanaan pekerjaan yang menggunakan anggaran negara bernilai miliaran rupiah.

Berdasarkan dokumen proyek yang diperoleh, pekerjaan rehabilitasi lima madrasah di Provinsi Riau dilaksanakan oleh PT Noval Cipta Flora dengan pengawasan CV Citra Tama Arsitek selama 107 hari kalender. Paket pekerjaan tersebut meliputi MAN 1 Pekanbaru, MAN 2 Pekanbaru, MTsN 2 Pekanbaru, MIN Pekanbaru, dan MAN 1 Siak.

Selain hasil observasi di lapangan, media ini juga memperoleh informasi dari seorang narasumber yang meminta identitasnya dirahasiakan. Menyebutkan adanya dugaan penggunaan material yang tidak sepenuhnya sesuai dengan spesifikasi dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB). Ia juga mengungkap informasi mengenai dugaan sebagian pekerjaan dilaksanakan oleh pihak lain. Seluruh informasi tersebut masih dalam tahap penelusuran dan belum memperoleh tanggapan resmi dari pihak yang berwenang.

Untuk memastikan kondisi proyek, tim jurnalis melakukan peninjauan langsung ke MAN 1 Siak pada Senin (6/7/2026). Hasil observasi menunjukkan sejumlah bagian bangunan telah mengalami kerusakan meski pekerjaan baru selesai dilaksanakan.

Pada bagian luar gedung, lapisan cat tampak mengelupas di beberapa titik. Sementara di dalam bangunan, plafon berbahan PVC terlihat longgar. Temuan juga dijumpai pada fasilitas sanitasi. Sejumlah wastafel belum dapat difungsikan, sedangkan beberapa keran air tidak mengalir sehingga toilet belum dapat dimanfaatkan secara optimal.

Di beberapa ruangan, tim menemukan plafon menggunakan kombinasi material PVC dan triplek. Pada sejumlah titik, permukaan plafon terlihat bergelombang yang diduga berkaitan dengan pemasangan lembaran triplek yang kurang presisi. Sementara itu, pada bagian belakang bangunan, atap yang telah direhabilitasi juga terlihat mengalami kerusakan.

Tidak hanya itu, kerusakan lantai juga ditemukan di beberapa titik bangunan. Kondisi tersebut menambah daftar temuan lapangan yang memunculkan pertanyaan mengenai kualitas pekerjaan, kesesuaian pelaksanaan dengan spesifikasi teknis, serta efektivitas pengawasan selama proyek berlangsung.

Sejumlah masyarakat yang mengetahui temuan tersebut berharap instansi berwenang melakukan penelusuran menyeluruh terhadap pelaksanaan proyek, baik dari aspek mutu pekerjaan, kesesuaian spesifikasi teknis, maupun penggunaan anggaran negara, agar seluruh proses dapat dipertanggungjawabkan secara transparan dan akuntabel.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Satuan Kerja Pelaksana Prasarana Strategis (Satker PPS) Provinsi Riau, Yudi, dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Nugroho, belum memberikan tanggapan atas upaya konfirmasi yang telah dilakukan Harianupdate.com melalui berbagai saluran komunikasi. Redaksi akan memuat penjelasan maupun klarifikasi dari pihak terkait sebagai bagian dari prinsip pemberitaan yang berimbang.

Sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik, Harianupdate.com membuka ruang hak jawab dan hak koreksi kepada seluruh pihak yang disebut dalam pemberitaan ini apabila ingin memberikan penjelasan atau klarifikasi atas informasi yang telah dipublikasikan. (WL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *