Peristiwa

Polres Inhil Bersama Tim Gabungan Padamkan Karhutla di Desa Kayu Raja

×

Polres Inhil Bersama Tim Gabungan Padamkan Karhutla di Desa Kayu Raja

Sebarkan artikel ini
Teks foto: Tim gabungan melakukan pemadaman dan pendinginan karhutla di kawasan Parit 14 dan Parit 16, Desa Kayu Raja, Kecamatan Keritang, Indragiri Hilir, Kamis (3/9/2026). GM/HUC

HarianUpdate.com | Inhil – Polres Indragiri Hilir (Inhil) bersama Polsek Keritang dan tim gabungan melakukan pemadaman serta pendinginan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Parit 14 dan Parit 16, Desa Kayu Raja, Kecamatan Keritang, Kabupaten Indragiri Hilir, Kamis (3/9/2026).

Penanganan karhutla tersebut melibatkan Masyarakat Peduli Api (MPA), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemerintah desa, serta masyarakat setempat.

Kegiatan dimulai sekitar pukul 08.00 WIB dan dipimpin Kapolsek Keritang AKP Yosi Marlius bersama Kasat Binmas Polres Inhil AKP Agus Ferinaldi.

Berdasarkan hasil penanganan di lapangan, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 20 hektare. Hingga sore hari, sekitar 18 hektare telah dilakukan pemadaman dan pendinginan, sedangkan sekitar 2 hektare masih mengeluarkan asap dan terus ditangani petugas.

Sebanyak 49 orang terlibat dalam penanganan tersebut. Kekuatan itu terdiri dari 20 personel Polri, yakni enam personel Polsek Keritang dan 14 personel Polres Inhil, lima personel MPA, delapan personel BPBD, 13 masyarakat, serta tiga perangkat desa.

Untuk mendukung proses pemadaman, petugas menggunakan dua unit mesin ministacker, satu unit mesin Robin, enam roll selang, dan dua unit nozzle.

Kondisi lahan gambut yang cukup tebal menjadi salah satu kendala dalam proses pemadaman. Ditambah dengan kondisi angin yang cukup kencang, titik yang masih mengeluarkan asap membutuhkan penanganan lebih lama agar benar-benar padam.

Keterbatasan jaringan komunikasi di lokasi juga menjadi kendala tersendiri dalam koordinasi, terutama untuk memenuhi kebutuhan operasional tambahan selama proses penanganan berlangsung.

Selain melakukan pemadaman dan pendinginan, tim gabungan membuat sekat bakar untuk mengantisipasi meluasnya api. Petugas juga melakukan penyelidikan guna mengetahui penyebab kebakaran.

Kapolsek Keritang AKP Yosi Marlius mengatakan penanganan akan terus dilakukan hingga kondisi lahan dinilai aman dari potensi munculnya kembali titik api.

“Kami bersama seluruh unsur terkait terus melakukan pemadaman dan pendinginan, terutama pada area yang masih mengeluarkan asap. Masyarakat juga kami imbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan karena dapat menyebabkan api meluas dan membahayakan lingkungan,” ujar Yosi.

Petugas juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Warga diminta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api atau potensi kebakaran hutan dan lahan.

Kegiatan pemadaman dan pendinginan pada Kamis berakhir sekitar pukul 17.30 WIB. Penanganan selanjutnya dijadwalkan kembali dilakukan pada Jumat (4/9/2026) untuk memastikan tidak terdapat bara maupun titik api yang dapat memicu kebakaran kembali. (GM)

Penulis: Gian Marbun Editor: Bobi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *