Daerah

Warga Enggan Berobat ke Pustu, Dinkes Simeulue Sebut Peningkatan SDM Tenaga Kesehatan Jadi Solusi

15
×

Warga Enggan Berobat ke Pustu, Dinkes Simeulue Sebut Peningkatan SDM Tenaga Kesehatan Jadi Solusi

Sebarkan artikel ini
Teks foto: Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Simeulue, Heri Herwanto. (HD/HUC)

HarianUpdate.com | Simeulue – Rendahnya pemanfaatan Puskesmas Pembantu (Pustu) di sejumlah desa di Kabupaten Simeulue masih menjadi tantangan dalam pemerataan pelayanan kesehatan. Sebagian masyarakat lebih memilih berobat langsung ke puskesmas atau rumah sakit meski hanya mengalami keluhan kesehatan ringan, seperti demam.

Kondisi tersebut mengakibatkan sejumlah Pustu belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. Di beberapa desa, keberadaan Pustu bahkan lebih sering difungsikan untuk kegiatan posyandu, sementara sebagian bangunannya juga mulai mengalami kerusakan akibat faktor usia.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Simeulue, Heri Herwanto, SKM, MAP, mengatakan rendahnya tingkat pemanfaatan Pustu tidak hanya dipengaruhi kondisi sarana dan prasarana, tetapi juga kualitas sumber daya manusia (SDM) tenaga kesehatan yang dinilai masih perlu ditingkatkan.

“Saya rasa peningkatan kualitas SDM tenaga kesehatan adalah solusinya agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat dapat terlaksana secara maksimal,” kata Heri Herwanto saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (10/7/2026).

Menurut Heri, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan menjadi salah satu langkah penting untuk membangun kembali kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan di tingkat desa.

Ia menilai, apabila tenaga kesehatan yang bertugas di Pustu maupun puskesmas memiliki kompetensi yang semakin baik, masyarakat akan lebih yakin memanfaatkan layanan kesehatan terdekat sehingga penanganan pasien dapat dilakukan lebih cepat tanpa harus selalu dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih tinggi.

“Dengan meningkatnya kompetensi tenaga kesehatan, kami berharap masyarakat lebih percaya terhadap pelayanan di Pustu maupun puskesmas sehingga pelayanan kesehatan dasar dapat berjalan lebih optimal,” ujarnya.

Heri juga menyatakan dukungannya terhadap rencana Pemerintah Kabupaten Simeulue menjalin kerja sama dengan salah satu Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) di Lhokseumawe guna memberikan kesempatan kepada aparatur sipil negara (ASN) tenaga kesehatan untuk melanjutkan pendidikan dan meningkatkan kompetensi profesional.

Menurutnya, program tersebut sejalan dengan visi dan misi Pemerintah Kabupaten Simeulue dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya di sektor kesehatan.

“Kami mendukung penuh rencana tersebut karena sejalan dengan visi dan misi Pemerintah Kabupaten Simeulue saat ini, terutama dalam meningkatkan kualitas SDM dan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” tegasnya.

Rencana kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Simeulue dan STIKES diharapkan menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas tenaga kesehatan yang bertugas di Pustu maupun puskesmas. Dengan SDM yang lebih kompeten, pelayanan kesehatan dasar di tingkat desa diharapkan semakin berkualitas, kepercayaan masyarakat meningkat, serta akses layanan kesehatan menjadi lebih mudah dan merata.

Program peningkatan kapasitas tenaga kesehatan tersebut juga dipandang sebagai investasi jangka panjang dalam pembangunan sektor kesehatan di Kabupaten Simeulue, mengingat kualitas pelayanan kepada masyarakat sangat bergantung pada kompetensi tenaga medis dan tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan secara langsung. (HD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *