Peristiwa

Bidan RSUD Besuki Ditemukan Meninggal di Drainase, Polisi Selidiki Penyebab Kematian

3
×

Bidan RSUD Besuki Ditemukan Meninggal di Drainase, Polisi Selidiki Penyebab Kematian

Sebarkan artikel ini
Teks foto: Jenazah bidan RSUD Besuki, Murtafia Rafika Devi saat di bawah kerumah sakit untuk dilakukan otopsi. (NN/HUC)

HarianUpdate.com | Situbando – Warga Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, digemparkan dengan penemuan jenazah seorang perempuan di dalam saluran drainase, Minggu (7/6/2026). Korban diketahui bernama Murtafia Rafika Devi (34), seorang bidan yang bertugas di RSUD Besuki.

Penemuan jenazah tersebut segera mengundang perhatian warga sekitar. Aparat kepolisian yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengevakuasi korban guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Kapolsek Banyuglugur, AKP Teguh Santoso, membenarkan adanya penemuan jenazah tersebut. Menurutnya, korban ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa di sebuah drainase di wilayah Desa Kalianget.

“Benar, korban ditemukan tadi malam di sebuah drainase di wilayah Desa Kalianget. Saat ini kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut,” ujar AKP Teguh Santoso.

Di tengah suasana duka, keluarga korban mengungkap sejumlah hal yang dinilai penting terkait kondisi korban sebelum meninggal dunia.

Adik korban, Hariza Dinina Belinda, mengatakan beberapa hari sebelum peristiwa itu terjadi, kakaknya memilih tinggal di rumah orang tua mereka. Selama berada di sana, korban sempat menyampaikan pesan yang hingga kini terus teringat oleh keluarga.

“Almarhumah sempat menyampaikan kepada saya, semoga kamu tidak mendapatkan suami seperti mbak,” ujar Hariza dengan mata berkaca-kaca.

Keterangan serupa juga disampaikan bibi korban, Sunarsih (50). Ia mengaku mengenal kehidupan rumah tangga korban dan menyebut suami korban dikenal memiliki sifat pencemburu yang berlebihan.

“Orangnya memang pencemburu. Kalau ada nomor telepon baru pasti dicari tahu. Bahkan rekan kerja korban di rumah sakit juga pernah dicurigai,” kata Sunarsih.

Meski demikian, keluarga menyerahkan sepenuhnya proses pengungkapan kasus kepada aparat penegak hukum dan berharap penyelidikan dilakukan secara profesional berdasarkan fakta-fakta yang ditemukan.

Hingga saat ini, kepolisian masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi dan melakukan pendalaman untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban. Polisi belum menyimpulkan adanya unsur pidana maupun menetapkan pihak yang bertanggung jawab dalam perkara tersebut.

“Kami berharap kasus ini dapat diusut secara tuntas sehingga penyebab kematian korban dapat terungkap dengan jelas,” ujar salah seorang anggota keluarga.

Peristiwa ini menjadi perhatian masyarakat Situbondo. Rekan kerja dan kerabat mengenang Murtafia Rafika Devi sebagai sosok tenaga kesehatan yang berdedikasi dan aktif memberikan pelayanan kepada masyarakat selama bertugas di RSUD Besuki.

Polisi mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi dan menunggu hasil resmi penyelidikan yang saat ini masih berlangsung. (NN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *