Daerah

Bupati Siak Minta PGRI Perjuangkan Kepastian Status Guru hingga ke Pusat

×

Bupati Siak Minta PGRI Perjuangkan Kepastian Status Guru hingga ke Pusat

Sebarkan artikel ini
Teks foto: Bupati Siak Afni Zulkifli menghadiri Malam Ramah Tamah PORSENIJAR PGRI Tingkat Provinsi Riau di Balairung Datuk Empat Suku. (RK/HUC)

HarianUpdate.com | Siak – Persoalan kepastian status dan kesejahteraan guru di daerah, khususnya tenaga pendidik yang mengabdi di wilayah terpencil, menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Siak.

Bupati Siak Afni Zulkifli meminta Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) membawa aspirasi para guru tersebut ke tingkat pemerintah pusat, termasuk terkait kepastian status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu dan masa depan guru Non-ASN.

Pesan tersebut disampaikan Afni saat menghadiri Malam Ramah Tamah Pekan Olahraga dan Seni Pelajar (PORSENIJAR) PGRI Tingkat Provinsi Riau di Balairung Datuk Empat Suku, Kompleks Rumah Rakyat, Siak, Selasa (22/9/2026) malam.

Menurut Afni, PORSENIJAR PGRI tidak hanya menjadi ajang silaturahmi dan mempererat solidaritas antarpendidik. Kegiatan tersebut juga dapat menjadi ruang untuk menyampaikan berbagai persoalan yang masih dihadapi guru, terutama mereka yang bertugas di pelosok kampung.

Afni berharap aspirasi para guru dari daerah terpencil tidak berhenti di tingkat pemerintah daerah. Menurutnya, PGRI memiliki peran penting dalam meneruskan persoalan tersebut kepada pemerintah pusat.

“Kami menyampaikan hak-hak para guru, untuk kesejahteraan mereka, melalui PGRI untuk bersama-sama memperjuangkan di pusat,” ujar Afni.

Salah satu persoalan yang disorot Afni adalah kepastian status PPPK Paruh Waktu. Ia berharap guru yang saat ini berstatus PPPK Paruh Waktu dapat memperoleh kepastian mengenai peluang menjadi PPPK penuh waktu.

Di sisi lain, masih terdapat guru Non-ASN yang membutuhkan kejelasan mengenai masa depan pengabdian dan status kepegawaiannya.

Afni menilai persoalan tersebut membutuhkan perhatian bersama dan tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah daerah. Menurutnya, pemerintah daerah dan organisasi profesi guru perlu bersama-sama menyuarakan kebutuhan tenaga pendidik kepada pemerintah pusat.

Ia juga menekankan bahwa kesejahteraan guru tidak hanya berkaitan dengan pendapatan, tetapi juga penghargaan terhadap pengabdian mereka dalam mendidik generasi muda.

“Negeri kami termasuk negeri kaya, seharusnya guru-guru kami sejahtera. Masih banyak yang harus kita perjuangkan bersama,” kata Afni.

Afni menyebut Kabupaten Siak memiliki sumber daya dan potensi ekonomi yang besar. Karena itu, ia berharap kekuatan ekonomi daerah dapat memberikan dampak yang lebih besar terhadap kesejahteraan masyarakat, termasuk para guru.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar PGRI Unifah Rosyidi mengatakan PGRI merupakan mitra strategis pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah.

Karena itu, berbagai persoalan yang disampaikan Bupati Siak, termasuk terkait kepastian status dan kesejahteraan guru, menjadi bagian dari agenda perjuangan organisasi profesi tersebut.

“PGRI merupakan mitra strategis pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Dengan berbagai persoalan yang Ibu Bupati sampaikan, menjadi kewajiban kami untuk berjuang,” ujar Unifah.

Menurut Unifah, salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian adalah pengelolaan status PPPK. PGRI berharap pemerintah pusat dapat mengambil peran lebih besar dalam penanganan status PPPK tanpa mengurangi kemampuan fiskal pemerintah daerah melalui dana transfer ke daerah.

“Kami berharap status PPPK diambil alih pemerintah pusat, tetapi tidak mengurangi dana transfer ke daerah,” kata Unifah.

Persoalan kepastian status dan kesejahteraan guru tersebut menjadi salah satu aspirasi yang disampaikan dalam rangkaian kegiatan PORSENIJAR PGRI Tingkat Provinsi Riau di Kabupaten Siak. (RK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *