HarianUpdate.com | Pekanbaru — Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho resmi membuka RJIC Muamalah Festival 2026 yang dipusatkan di halaman Masjid Raudatul Jannah, Jalan Tuanku Tambusai, Jumat (2/10/2026).
Memasuki penyelenggaraan tahun kelima, festival tersebut tidak hanya menjadi ruang promosi dan perdagangan produk berbasis muamalah, tetapi juga dipadukan dengan berbagai layanan pemerintah untuk mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat.
Usai membuka kegiatan, Agung Nugroho meninjau sejumlah stan yang mengikuti festival. Beragam produk, kegiatan, dan layanan tersedia, mulai dari pelayanan administrasi kependudukan dan SIM, Pasar Murah Pemko Pekanbaru, tabligh akbar, Akhwat Day, ekspo UMKM, kuliner halal, layanan perjalanan umrah, properti, lembaga keuangan syariah hingga berbagai lomba dengan hadiah perjalanan umrah.
Agung menilai keberadaan RJIC Muamalah Festival menjadi salah satu gambaran aktivitas ekonomi masyarakat yang terus bergerak di Kota Pekanbaru.
Menurutnya, kondisi tersebut sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Pekanbaru yang mencapai 7,3 persen.
“Karena merasakan apa yang kita raih bahwa pertumbuhan perekonomian 7,3 persen ini ternyata juga didasari, kita lihat di kondisi lapangan bahwa hari ini semua perekonomian bergerak. Salah satunya di muamalah yang ada di RJIC ini,” kata Agung.
Ia mengatakan, keberlanjutan RJIC Muamalah Festival hingga penyelenggaraan kelima menunjukkan adanya minat dari pelaku usaha untuk terus terlibat.
Agung menyebut sekitar 70 persen stan pada festival tahun ini masih diisi oleh peserta yang telah mengikuti kegiatan pada tahun-tahun sebelumnya. Sementara sekitar 30 persen lainnya merupakan peserta baru.
“Dan bahkan yang kelima kali ini 70 persennya adalah masih stan-stan yang lama. Artinya pengisinya masih dari yang lama-lama. Dan ada penambahan 30 persen dari yang baru, bahkan masih ada yang mengantre,” ujarnya.
Menurut Agung, kondisi tersebut menunjukkan bahwa festival tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga menjadi ruang yang diminati pelaku usaha untuk memperkenalkan produk dan mengembangkan kegiatan ekonominya.
Namun, Pemko Pekanbaru ingin penyelenggaraan RJIC Muamalah Festival tidak berhenti pada aktivitas perdagangan. Pemerintah daerah juga mendorong agar festival menjadi ruang kolaborasi untuk menghadirkan berbagai layanan publik secara langsung di tengah masyarakat.
Karena itu, sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) Pemko Pekanbaru turut dilibatkan dalam kegiatan tersebut.
Layanan yang dihadirkan antara lain administrasi kependudukan melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), layanan perizinan, serta sejumlah pelayanan pemerintah lainnya.
Pemko Pekanbaru juga menyiapkan Pasar Murah dan layanan yang berkaitan dengan penanganan anak stunting. Selain itu, pemerintah berencana menghadirkan layanan pembayaran pajak dan pembuatan paspor.
“Kami di sini bersama Kepala Kemenag dan seluruh jajaran tentu ingin bagaimana kegiatan-kegiatan seperti ini tidak hanya tentang melakukan perdagangan, tapi juga memasukkan tentang pelayanan pemerintah agar lebih dekat lagi kepada masyarakat,” jelas Agung.
“Kami tampil dengan beberapa dinas di sini, baik tentang perizinan, baik juga dengan Disdukcapilnya, baik nanti kita akan mencoba untuk layanan untuk membayar pajak, termasuk juga pembuatan paspor, termasuk yang lain. Ada pasar murah dan juga nanti ada membuka stan untuk anak-anak stunting,” sambungnya.
Agung berharap kolaborasi antara RJIC dan Pemerintah Kota Pekanbaru dapat terus diperkuat. Ia juga berharap penyelenggaraan festival pada tahun mendatang dapat berkembang lebih besar dengan cakupan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat.
“Dan tentu ini harapannya bisa berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Pekanbaru. Sekali lagi selamat ya untuk RJIC yang tentunya panitia yang luar biasa, sukses dalam menyelenggarakan seperti ini. Mudah-mudahan tahun depan lebih besar lagi kegiatannya,” pungkas Agung. (ED)











