Daerah

Dari Puncak Tiang Kembali ke Pangkuan, Paskibraka Dharmasraya Tuntaskan Amanah Kemerdekaan

×

Dari Puncak Tiang Kembali ke Pangkuan, Paskibraka Dharmasraya Tuntaskan Amanah Kemerdekaan

Sebarkan artikel ini
Teks foto: Wakil Bupati Dharmasraya, Leli Arni, Prosesi penurunan Sang Merah Putih berlangsung khidmat di Dharmasraya. (BR/HUC)

HarianUpdate.com | Dharmasraya — Senja mulai turun di langit Dharmasraya ketika 54 putra-putri terbaik daerah itu kembali mengambil posisi. Setelah pagi hari mengantarkan Sang Merah Putih menuju puncak tiang, sore harinya mereka kembali untuk menjemput dan menurunkannya dengan penuh kehormatan.

Prosesi penurunan bendera menjadi tugas terakhir Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) dalam rangkaian upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Dharmasraya, Senin (17/8/2026).

Langkah tegap, gerakan serempak, dan sikap penuh disiplin kembali diperlihatkan para anggota Paskibraka saat memasuki rangkaian utama penurunan Sang Merah Putih.

Jika pada pagi hari mereka bertugas mengibarkan bendera sebagai simbol penghormatan terhadap kemerdekaan, sore itu tugas mereka adalah memastikan Sang Merah Putih kembali diturunkan dan disimpan dengan tata cara yang telah ditentukan.

Wakil Bupati Dharmasraya Leli Arni, S.Pd., M.Si., bertindak sebagai Inspektur Upacara. Komandan Upacara dipercayakan kepada Kasubag Dalops Polres Dharmasraya AKP Rusmardi, S.H., M.M., sedangkan Perwira Upacara dijabat Kabag Ren Polres Dharmasraya AKP Rajulan Harahap, S.H.

Di bawah komando Pelda Hamdhani, Bati Tuud Koramil 10/Koto Baru, pasukan bergerak dalam formasi menuju tiang bendera.

Pembawa baki, Finza OC Hafiza dari SMAN 1 Koto Baru, menjalankan tugas dengan tenang dan penuh kewibawaan. Sementara petugas tiang terdiri atas Rafael Bernardus Simarmata dari SMAN 1 Sitiung, Habli Razak dari MAS Pembangunan, dan Ripqi Agri Priatna dari SMAN 1 Pulau Punjung.

Adapun petugas serpihan terdiri atas Syafina Rahayu dari SMA Taruna Sumbar, Elga Septia Fitri dari MAN Dharmasraya, dan Keysha Amila Putri dari SMKN 1 Pulau Punjung.

Setiap gerakan dilakukan secara terukur. Tidak ada langkah yang dilakukan sembarangan. Seluruh anggota pasukan bergerak dalam koordinasi yang telah dilatih selama masa persiapan.

Dengan selesainya prosesi tersebut, berakhir pula amanah 54 anggota Paskibraka Dharmasraya dalam mengawal Sang Merah Putih pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Mereka merupakan putra-putri terpilih dari SMA, MA, dan SMK se-Kabupaten Dharmasraya yang telah menjalani rangkaian pembinaan dan latihan sebelum dipercaya melaksanakan tugas pengibaran dan penurunan bendera.

Dalam formasi upacara, petugas Pataka terdiri atas Serda Emilio, Serda Fathul Rohman, Koptu Rozi Maldi, dan Serda Umaruddin dari unsur Babinsa Koramil 03/Pulau Punjung dan Koramil 10/Koto Baru.

Sementara petugas Danpok terdiri atas Bryan Koln Situmorang dari SMAN 1 Sungai Rumbai, Rafael Bernardus Simarmata dari SMAN 1 Sitiung, Arva Nabahan Syahputra dari SMAN 2 Pulau Punjung, dan Valentino Risky dari SMAN 1 Koto Baru.

Bagi para anggota Paskibraka, penurunan bendera bukan sekadar akhir dari sebuah rangkaian upacara. Momen tersebut menjadi penanda bahwa amanah yang mereka emban selama peringatan hari kemerdekaan telah dituntaskan.

Ada rasa lega setelah seluruh rangkaian tugas selesai. Namun, di balik kelegaan itu tersimpan kebanggaan karena mereka telah mendapat kepercayaan untuk menjadi bagian dari peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Dharmasraya.

Setelah upacara berakhir, Wakil Bupati Leli Arni langsung menemui para anggota Paskibraka.

Ia menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi Pemerintah Kabupaten Dharmasraya atas dedikasi mereka sehingga rangkaian upacara detik-detik Proklamasi hingga aubade dan penurunan bendera dapat berlangsung sukses dan khidmat.

“Terima kasih atas seluruh perjuangan dan pengabdian kalian. Kalian telah menjalankan amanah dengan baik dan menjadi kebanggaan Kabupaten Dharmasraya,” ujar Leli Arni kepada para Paskibraka.

Bagi mereka, tugas sebagai Paskibraka pada hari kemerdekaan akhirnya sampai di penghujung.

Setelah menjalani latihan, pembinaan, pengibaran hingga penurunan Sang Merah Putih, keesokan harinya para putra-putri terbaik Dharmasraya itu akan kembali kepada orang tua dan keluarga masing-masing.

Para Paskibraka pun meninggalkan lapangan dengan membawa pengalaman yang tidak akan mudah dilupakan—tentang kedisiplinan, perjuangan, kebersamaan, dan kebanggaan pernah dipercaya mengawal Sang Merah Putih pada hari bersejarah bagi bangsa Indonesia. (BR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *