Daerah

Bukan Cuma Tol, Plt Bupati Kuasning Bawa 8 Aspirasi Kuansing ke Senayan

×

Bukan Cuma Tol, Plt Bupati Kuasning Bawa 8 Aspirasi Kuansing ke Senayan

Sebarkan artikel ini
Teks foto: Plt Bupati Kuantan Singingi, H. Muklisin, bersama jajaran Psaat foto bersama di depan Kantor Staf Kepresidenan. (AN/HUC)

HarianUpdate.com | Jakarta — Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) H. Muklisin membawa delapan agenda pembangunan daerah saat menemui sejumlah anggota DPD RI asal Riau di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (6/10/2026).

Salah satu aspirasi yang menjadi prioritas adalah pembangunan trase Jalan Tol Pekanbaru–Teluk Kuantan. Namun, agenda yang dibawa Muklisin tidak berhenti pada persoalan konektivitas. Pemerintah Kabupaten Kuansing juga mendorong dukungan pemerintah pusat untuk sektor pendidikan, kesehatan, pariwisata, pertanian, perkebunan, penanganan dampak karhutla hingga peningkatan Transfer keuangan Daerah (TKD).

Dalam pertemuan tersebut, Muklisin didampingi Kepala Bappeda Hendra Roza, Kepala BPKAD Jafrinaldi, Kepala Dispenda Masrul Hakim, Kepala Dinas Perkebunan Andri Yama Putra serta Kabag Umum Deswan Antoni.

Rombongan Pemkab Kuansing diterima anggota DPD RI asal Riau, di antaranya H. Abdul Hamid, KH. Muhammad Mursyid dan Arif Eka Putra.

Muklisin mengatakan, berbagai aspirasi tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah memperjuangkan kebutuhan pembangunan Kuansing melalui jalur pemerintah pusat dan lembaga perwakilan daerah.

Menurutnya, perjuangan tersebut telah dilakukan secara berjenjang melalui koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Riau, Kementerian Pekerjaan Umum hingga Deputi Kepala Staf Kepresidenan.

“Kita sudah melakukan berbagai langkah dan koordinasi secara berjenjang, mulai dari Plt Gubernur Riau, Kementerian PU hingga Deputi KSP. Hari ini kita kembali menyampaikan aspirasi masyarakat Kuansing melalui para senator kita di DPD RI,” ujar Muklisin.

Delapan aspirasi yang dibawa ke Senayan tersebut meliputi sejumlah sektor strategis.

Pertama, pembangunan konektivitas daerah melalui trase Jalan Tol Pekanbaru–Teluk Kuantan. Pemkab Kuansing juga mendorong peningkatan kualitas Jalan Nasional, Jalan Provinsi, Jalan Kabupaten serta pembangunan sejumlah jembatan penghubung antarwilayah.

Kedua, sektor pendidikan. Pemkab Kuansing mengusulkan pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi dan Sekolah Garuda sebagai sekolah unggulan, sekaligus rehabilitasi sekitar 400 sekolah yang dinilai membutuhkan penanganan.

Ketiga, sektor kesehatan. Pemkab mengusulkan peningkatan fasilitas RSUD, rehabilitasi 20 Puskesmas yang tersebar di kecamatan serta dukungan pengadaan alat kesehatan.

Keempat, pengembangan pariwisata melalui pembangunan Water Front City Narosa Teluk Kuantan. Kawasan Tepian Narosa diharapkan dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata yang memiliki daya tarik lebih luas sekaligus mendukung kegiatan budaya dan pariwisata daerah.

Kelima, sektor pertanian. Pemkab Kuansing mendorong bantuan alat dan teknologi pertanian serta dukungan peningkatan produksi guna memperkuat produktivitas dan kesejahteraan petani.

Keenam, sektor perkebunan. Aspirasi yang disampaikan mencakup dukungan program peremajaan sawit, beasiswa bagi anak petani sawit serta pembangunan jalan produksi yang menunjang aktivitas perkebunan masyarakat.

Ketujuh, dukungan bagi daerah yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pemkab Kuansing mengusulkan adanya perhatian dan bantuan khusus untuk penanganan dampak karhutla yang dirasakan masyarakat.

Kedelapan, peningkatan Transfer Keuangan Daerah (TKD) dari pemerintah pusat. Dukungan fiskal tersebut dinilai penting untuk memperkuat kemampuan daerah dalam membiayai pembangunan dan pelayanan masyarakat.

Muklisin menegaskan, pembangunan trase Tol Pekanbaru–Teluk Kuantan memiliki arti strategis bagi Kuansing. Selain memperkuat konektivitas, keberadaan akses tersebut diharapkan dapat mendorong aktivitas ekonomi dan mendukung sektor pariwisata, termasuk agenda Pacu Jalur.

“Tol Pekanbaru–Teluk Kuantan ini sangat penting untuk memperlancar lalu lintas, menggerakkan ekonomi, dan menunjang arus kunjungan wisatawan pada ajang Pacu Jalur. Tapi selain itu, tujuh poin lainnya juga sama pentingnya untuk rakyat Kuansing. Itu yang kami usulkan dan perjuangkan saat ini,” ujar Muklisin.

Anggota DPD RI H. Abdul Hamid mengapresiasi langkah Pemkab Kuansing yang membawa sejumlah aspirasi pembangunan daerah ke tingkat pusat.

“Meski baru saja menuntaskan Sidang Bersama DPD RI, kita tetap welcome dan siap memperjuangkan aspirasi masyarakat Riau, khususnya Kuansing. Apa yang sudah disampaikan Pak Bupati akan kita perjuangkan untuk dibangun pada waktu yang akan datang. Mudah-mudahan aspirasi ini didengar pemerintah pusat,” ujar Abdul Hamid.

Sebelumnya, Pemkab Kuansing juga telah mendorong pengembangan Tepian Narosa sebagai kawasan strategis berskala nasional. Pemerintah daerah menyebut pengembangan kawasan tersebut berkaitan erat dengan potensi budaya dan pariwisata Kuansing.

Bagi Pemkab Kuansing, penyampaian delapan aspirasi tersebut menjadi bagian dari upaya membuka dukungan lintas tingkat pemerintahan untuk mempercepat pembangunan daerah.

Kini, harapan pemerintah daerah dan masyarakat Kuansing berada pada tindak lanjut dari berbagai usulan tersebut, termasuk sejauh mana dukungan pemerintah pusat dapat diwujudkan menjadi program pembangunan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. (AN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *